TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur kompetisi dimanfaatkan para pesepak bola dengan berbagai aktivitas untuk mengisi waktu luang.
Winger PSIM Yogyakarta, Riyatno Abiyoso, memilih menikmati masa jeda kompetisi dengan menyalurkan hobinya memancing dan berkebun di kampung halaman.
Bagi Abiyoso, memancing menjadi salah satu cara efektif untuk melepas penat setelah menjalani musim yang panjang bersama PSIM Yogyakarta.
Ia mengaku tak memiliki lokasi khusus untuk memancing dan lebih sering melakukannya bersama teman-temannya.
“Kalau mancing di mana saja sih kayak kali, muara gitu, sedapatnya ikan. Ya buat senang-senang saja sama teman-teman,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Selain memancing, pemain asal Purworejo itu juga sempat menjadi perhatian warganet setelah mengunggah video aktivitasnya di sawah.
Video yang memperlihatkan dirinya menyandang backpack sprayer atau alat semprot pertanian viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Abiyoso mengaku awalnya tidak menyangka unggahan tersebut akan mendapat perhatian besar. Bahkan, video itu sebenarnya diunggah secara iseng saat dirinya sedang merawat tanaman miliknya.
“Kemarin sebenarnya iseng-iseng saja upload video pas lagi mau nyemprot obat insektisida pagi-pagi. Kan di situ ada sawah, tapi yang tak semprot beberapa tanamanku kayak alpukat, durian, sama mangga. Kebetulan punya pribadi,” ujarnya.
Ia sengaja mengunggah video tersebut di platform yang menurutnya memiliki jumlah pengikut lebih sedikit dibanding akun Instagram pribadinya. Namun, hasilnya justru di luar dugaan.
“Ternyata malah ramai yang nonton, kaget juga. Sengaja tak upload di TikTok karena enggak sebanyak di Instagram pengikutnya, biar enggak banyak orang tahu. Ternyata malah ramai yang nonton,” ungkap Abiyoso.
Di balik aktivitas santainya selama libur kompetisi, Abiyoso baru saja menuntaskan musim pertamanya bersama PSIM Yogyakarta dengan catatan yang cukup impresif.
Pada Super League 2025/2026, ia tampil dalam 21 pertandingan dari total 34 laga yang dijalani PSIM dan menyumbangkan satu gol.
Perjalanan Abiyoso musim lalu juga tidak selalu mudah. Pada awal kompetisi, ia bukan pilihan utama di sektor sayap kiri.
Pelatih Jean-Paul Van Gastel lebih sering mempercayakan posisi tersebut kepada Deri Corfe.
Namun, memasuki akhir putaran pertama, kecepatan serta kemampuan penetrasi yang dimiliki Abiyoso mulai menarik perhatian tim pelatih.
Kesempatan yang didapat mampu dimaksimalkannya dengan baik hingga akhirnya menjadi langganan starter di lini sayap PSIM.
Penampilan konsisten itu membuat Abiyoso berhasil mengunci satu tempat di sektor sayap Laskar Mataram hingga akhir musim.