Dispar Rejang Lebong Turun Tangan Menyikapi Keluhan Pengunjung di Destinasi Wisata
Hendrik Budiman June 18, 2026 08:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong saat ini terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

Namun di tengah berbagai upaya promosi destinasi wisata tersebut, sejumlah keluhan justru disampaikan pengunjung yang berwisata ke kawasan Air Terjun Tri Sakti di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong.

Keluhan yang disampaikan wisatawan berkaitan dengan informasi tiket masuk yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, hingga pelayanan pengelola yang dianggap belum maksimal.

Salah seorang pengunjung yang namanya enggan dimuat mengaku terkejut saat diminta membayar biaya tambahan untuk memasuki area pemandian air panas yang berada dalam kawasan wisata tersebut.

Baca juga: 11 Motor Hasil Penggerebekan Sabung Ayam di Rejang Lebong Masih Diamankan

Padahal, berdasarkan tiket masuk yang dibeli seharga Rp20.000 per orang, tercantum bahwa akses wisata mencakup Air Terjun Tri Sakti dan pemandian air panas.

"Kami sudah beberapa kali datang ke sini. Baru kali ini diminta membayar lagi sebesar Rp 5.000 per orang, padahal di tiket sudah tercantum semua,"sampai pengunjung tersebut.

Menurut penjelasan yang diterima wisatawan dari pengelola pemandian air panas, sejak April 2026 pengelolaan pemandian air panas dan Air Terjun Tri Sakti tidak lagi berada dalam satu kerja sama sehingga masing-masing destinasi menerapkan tarif tersendiri.

Informasi tersebut dinilai perlu disampaikan secara terbuka kepada pengunjung agar tidak menimbulkan kebingungan saat berada di lokasi wisata.

Pengunjung Keluhkan Pelayanan

Selain persoalan tarif, wisatawan juga menyampaikan keluhan terkait pelayanan pengelola ketika terjadi kendala di area wisata.

Tak hanya itu, pengunjung saat sore hari mengamu tidak lagi menemukan petugas maupun pengelola saat kembali dari lokasi air terjun menuju area parkir.

Padahal saat itu kendaraan pengunjung masih berada di lokasi.

"Kami tiba sekitar pukul 15.00 WIB lalu menuju Air Terjun Puspa Dewi dan Air Terjun Tri Sakti. Saat kembali ke area parkir sekitar pukul 17.00 WIB lebih, sudah tidak ada petugas yang berjaga. Kendaraan pengunjung masih berada di sana,"ungkapnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Belitar Seberang, Hendri Hendika menjelaskan, pihaknya saat ini tidak lagi terlibat secara langsung dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Tri Sakti.

Seluruh informasi terkait pengelolaan dan pelayanan wisata saat ini dapat ditanyakan langsung kepada pihak yang mengelola destinasi tersebut.

"Saat ini kami tidak terlibat langsung dalam pengelolaan Air Terjun Tri Sakti. Untuk informasi lebih lanjut silakan dikonfirmasi kepada pengelola yang sekarang," jelas Hendri.

Dispar Rejang Lebong Akan Verifikasi Keluhan Pengunjung

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, menyatakan pihaknya telah menerima informasi yang berkembang di masyarakat dan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Riki mengatakan, jajarannya telah diminta untuk turun ke lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga meminta pengelola wisata, Pokdarwis, dan pemerintah desa setempat untuk mengutamakan kenyamanan serta kepuasan pengunjung.

"Informasi tersebut sudah kami terima. Saya sudah meminta bidang terkait untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi yang sebenarnya, tentu harapan kita tidak ada lagi kejadian serupa agar pariwisata Rejang Lebong semakin maju dan ramai,"pungkas Riki.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.