TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, angkat bicara terkait viralnya video seorang diduga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami kekerasan saat bekerja di Malaysia.
Al Haris mengaku baru mengetahui bahwa TKI dalam video tersebut merupakan warga asal Kabupaten Bungo.
Pemerintah Provinsi Jambi, kata Al Haris, akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk memastikan kondisi korban.
“Apakah dibutuhkan lagi pemeriksaan di sana, atau kita tanya mereka (TKI), apakah ingin pulang atau bagaimana,” katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
Di hari yang sama, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, juga memberikan tanggapan terkait kasus tersebut.
Ia menilai penting untuk memastikan terlebih dahulu status keberangkatan TKI itu, apakah dilakukan secara legal atau tidak.
“Kalau legal, nah nanti kita pelajari dari pihak korban, apa yang menjadi hal-hal yang perlu kita pelajari dan kita melakukan perbaikan ke depan,” tuturnya.
Hafiz menegaskan, jika nantinya terbukti korban berangkat secara ilegal, maka hal itu harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Politisi PAN Jambi itu meminta agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri mendapat pembekalan dan standar perlindungan yang memadai.
“Agar tidak ada lagi warga negara kita yang menjadi korban-korban atau penyiksaan dan sebagainya di negara-negara tetangga,” pungkasnya.
P4MI Jambi Lakukan Penelusuran
Sementara itu, P4MI Jambi juga telah merespons dugaan kekerasan yang dialami TKI asal Muara Bungo tersebut.
Koordinator P4MI Jambi, Deliyus Eka Saputra, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pihak KBRI Malaysia.
“Lagi kita telusuri dan terkait dugaan tindakan kekerasan di Malaysia, akan kita koordinasikan dengan pihak KBRI di Malaysia,” pungkasnya.
Video Viral
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang perempuan yang memperlihatkan luka memar dan lebam di sejumlah bagian tubuhnya.
Perempuan tersebut diduga menjadi korban kekerasan fisik saat bekerja di Malaysia.
Dalam video yang beredar, korban terlihat menangis sambil memohon bantuan agar segera diselamatkan.
Sambil memegangi kepalanya, korban mengaku merasakan sakit di sekujur tubuh akibat dugaan penganiayaan yang dialaminya.
"Sakit semua badanku, mataku dipukul, ini badanku memar-memar semua. Ini... haa... (menunjukkan luka lebam di lengan). Paha memar semua... tanganku dipotong (disayat)... hiks... Tolonglah saya, saya tidak tahan lagi. Badan saya sakit semua, makan pun susah. Sakit dadaku... tolonglah saya... hiks... Sakit semua badan saya..."
(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto, Darwin Sijabat)
Baca juga: Waldi yang Bunuh Dosen Wanita di Bungo Dituntut Pidana Penjara Seumur Hidup
Baca juga: Al Haris Lihat Antrean Panjang BBM dari Malam sampai Pagi saat ke Merangin dan Kerinci
Baca juga: Daftar 27 Pejabat Pemkab Tanjab Barat yang Dilantik Bupati Anwar Sadat