Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Kabupaten Ponorogo secara terbuka menyatakan status darurat sampah di wilayahnya.
Merespons kondisi yang kini menjadi perhatian nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengambil langkah taktis dengan menggedor kesadaran masyarakat agar mau memilah sampah secara mandiri langsung dari dalam rumah.
Seruan tersebut ditegaskan oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, saat menghadiri puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang dipusatkan di Taman Wengker Keanekaragaman Hayati, Jalan Raya Ponorogo-Madiun, Kamis siang (18/6/2026).
Langkah hulu ini dinilai sebagai fondasi utama untuk membawa Ponorogo menuju target zero sampah.
"Ayo kita mulai memilah sampah dari rumah. Sendirikan mana yang sampah plastik dan mana sampah organik. Dengan adanya pemisahan sejak awal seperti itu, proses pengelolaan selanjutnya di lapangan akan jauh lebih mudah," ungkap Plt Bupati yang akrab disapa Bunda Lisdyarita ini, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Detik-detik Brio Putih Hantam Bus Harapan Jaya di Ponorogo, Kesaksian Penumpang: Bus Sudah Ngerem
Bunda Lisdyarita menambahkan, sampah plastik yang telah dipisahkan oleh warga tidak akan terbuang sia-sia karena memiliki nilai ekonomis. Warga dapat menyetorkannya ke fasilitas Bank Sampah atau melalui dinas terkait untuk diproses kembali menjadi barang guna. "Sampah plastik yang disendirikan nanti bisa dijual ke tempat Lingkungan Hidup untuk didaur ulang," jelasnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Taman Wengker ini berlangsung meriah dan edukatif. Sebagai bentuk kampanye kreatif, sejumlah pelajar menampilkan keluwesannya dalam sesi fashion show dengan mengenakan busana unik yang dirancang khusus dari limbah daur ulang, seperti plastik bekas hingga kardus.
Selain disuguhi pameran fasilitas tempat sampah khusus pilah organik-anorganik, Bunda Lisdyarita didampingi jajaran dinas terkait juga menyerahkan trofi penghargaan kepada sekolah-sekolah di Bumi Reog yang sukses menyabet predikat program Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atas komitmennya menjaga kelestarian ekosistem sekolah.
Baca juga: Kisah Sakun, 34 Tahun Dipercaya Dorong Tumpeng dalam Tradisi Larung Sesaji di Telaga Ngebel Ponorogo
Acara kemudian ditutup secara simbolis dengan aksi penanaman bibit pohon bersama di lingkungan Taman Wengker guna menambah benteng ruang terbuka hijau (RTH) di jalur arteri Ponorogo-Madiun.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Sapto Djatmiko, menjelaskan bahwa momentum perayaan ini merupakan langkah konkret daerah dalam menangkap keprihatinan negara terhadap gejolak perubahan iklim global serta darurat sampah nasional.
Ia menyebut, penataan lingkungan di Ponorogo saat ini berkaca pada program lingkungan "ASRI" yang diluncurkan oleh Presiden RI.
"Kabupaten Ponorogo saat ini memang masuk fase darurat sampah. Karena itu, penanganannya menjadi prioritas utama kami yang diintervensi dari hulu sampai hilir. Harus ada pemilahan yang konsisten dari rumah, didukung dengan optimalisasi peran bank-bank sampah di tingkat desa/kelurahan," pungkas Sapto mendetail.