TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya memastikan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya tetap produktif dan mandiri setelah purna tugas.
Langkah tersebut diwujudkan dengan membekali sebanyak 191 ASN calon pensiun dengan berbagai keterampilan kewirausahaan, agar siap memasuki masa purna tugas dengan penuh percaya diri.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa masa pensiun sejatinya bukanlah akhir dari perjalanan hidup maupun pengabdian seorang abdi negara.
Sebaliknya, momen tersebut merupakan fase awal yang sangat baik untuk mengembangkan potensi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Setiap saat dalam hidup bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesuksesan masa depan. Masa pensiun bukan akhir, tetapi awal babak kehidupan baru yang penuh peluang," ujar Hasto saat melepas peserta pembekalan calon purna tugas yang digelar di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Kamis (18/6/26).
Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut membagikan cerita inspiratif tentang sejumlah mantan ASN yang sukses membongkar sekat kenyamanan dan berhasil merintis usaha pasca-pensiun.
Ia menilai, modal pengalaman, kedisiplinan tinggi, serta jejaring luas yang dipupuk selama menjadi ASN adalah senjata berharga untuk terus berkarya di tengah masyarakat.
Kendati demikian, Wali Kora juga menyelipkan pesan mendalam supaya para ASN calon purna tugas senantiasa mampu mengendalikan diri dengan seksama.
Bukan tanpa alasan, katanya, atmosfer lingkungan setelah pensiun mengalami perubahan drastis, dari rutinitas kerja yang ketat menjadi penuh kebebasan.
"Saat masih aktif bekerja, kita terbiasa diatur oleh atasan, regulasi, dan berbagai tanggung jawab. Ketika memasuki masa pensiun, kebebasan itu harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri. Jangan sampai hidup justru didominasi oleh diri sendiri tanpa arah dan tujuan yang baik," pesannya.
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Sarwanto, merinci, agenda pembekalan ini diikuti oleh 191 peserta.
Seluruhnya merupakan pegawai negeri sipil yang akan memasuki masa pensiun pada periode 1 September 2026 hingga 1 Juni 2027 mendatang.
Pada hari pertama, para peserta disuguhkan materi krusial mengenai ketaspenan, Tapera, wawasan kewirausahaan, serta alur tata cara administrasi pensiun, lalu fokus beralih pada penguatan keterampilan praktis di hari kedua.
"Pembekalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendukung para calon purna tugas agar tetap produktif, mandiri, dan memiliki ruang untuk terus berkarya sesuai minat dan potensinya," jelasnya.
Menariknya, para calon pensiunan ini dibebaskan memilih pelatihan tematik yang diminati, mulai dari tata boga, perkebunan hidroponik, hingga peternakan.
Tak tanggung-tanggung, Pemkot Yogyakarta langsung menerjunkan mereka ke lokasi praktik yang representatif agar bisa leluasa melakukan pendalaman.
Untuk pelatihan tata boga dilaksanakan di objek wisata Puri Mataram, kemudian pelatihan hidroponik bertempat di Titi Orchid, serta pelatihan peternakan kambing digelar di Goat Farm Sahabat Ternak.
Sarwanto menambahkan, ketiga bidang usaha tersebut sengaja dipilih karena dinilai memiliki prospek pasar yang cerah, ramah untuk dikembangkan dalam berbagai skala rumahan, dan dekat dengan kebutuhan harian masyarakat.
"Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dasar, tetapi juga inspirasi dan keyakinan bahwa masa pensiun tetap dapat menjalani secara aktif, sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya. (aka)