TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kota Manado masih berjuang mendapatkan murid baru pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/PDPB) tahun ajaran 2026.
Bahkan, hingga mendekati penutupan masa pendaftaran, beberapa sekolah tercatat masih sepi peminat dan belum memenuhi kuota yang telah ditetapkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Femmy Suluh, mengatakan masyarakat memiliki kebebasan memilih sekolah sesuai keinginan masing-masing.
Menurutnya, yang terpenting seluruh calon peserta didik tetap mengikuti mekanisme penerimaan melalui empat jalur yang telah ditetapkan dalam PDPB.
"Semuanya kan terbuka, artinya anak-anak mau pilih terserah mereka harus sekolah di mana. Yang pasti mereka harus lewat empat jalur yang dipersyaratkan di PDPB," kata Femmy Suluh.
Ia menjelaskan, fenomena sekolah yang kekurangan pendaftar bukan hal baru. Selama ini hanya beberapa sekolah tertentu yang selalu mengalami kelebihan peminat, sementara sekolah lainnya cenderung stabil.
"Yang sering kita lihat bertahun-tahun ini, rata-rata pendaftaran melebihi kuota hanya ada di beberapa sekolah. Tapi yang lain rata-rata normal atau memang cenderung stabil. Misalnya sekolah membuka kuota 30 orang, yang sudah mendaftar 20 orang," ujarnya.
Femmy menambahkan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan jumlah pendaftar di sejumlah sekolah masih bisa bertambah menjelang penutupan pendaftaran.
Hal itu terjadi karena sebagian calon siswa awalnya mencoba mendaftar di sekolah yang dianggap favorit. Ketika tidak lolos seleksi, mereka kemudian beralih ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.
"Biasanya juga anak-anak lain kelihatan banyak di akhir pendaftaran, saat mereka melihat bahwa mereka tidak masuk di sekolah favorit yang mereka suka," jelasnya.
Ia menerangkan, sistem perangkingan yang dapat dipantau secara daring membuat para calon siswa bisa melihat peluang mereka diterima di sekolah tujuan.
"Perangkingan sekarang kita bisa lihat, walaupun masih bergerak. Misalnya dia di jalur prestasi dengan kuota 170. Dia sudah bisa lihat sekarang, misalnya dia ada di posisi 101. Besok ada yang lebih berprestasi dari dia, maka dia turun menjadi 102. Begitu terus pergerakannya," ungkap Femmy.
Karena itu, Dinas Pendidikan Sulawesi Utara masih menunggu perkembangan jumlah pendaftar hingga batas akhir pelaksanaan PDPB.
"Kita masih menunggu terus sampai batas akhir pendaftaran," pungkasnya. (Ren)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini