Perkembangan Persiapan Haul Ke-5 Guru Kapuh di HSS Kalsel, Relawan Capai 5.053 Orang
Edi Nugroho June 18, 2026 11:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Cek persiapan haul ke-5 Abah Guru Kapuh di HSS Kalsel, relawan capai 5.053 orang

Persiapan menjelang Haul Ke-5 Tuan Guru H Muhammad Ridwan Baseri atau Abah Guru Kapuh semakin dimaksimalkan oleh jajaran relawan dan petugas lapangan.

Rangkaian Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh dimulai sejak hari ini, 18–21 Juni 2026. Agenda 18 Juni atau malam Jumat dilaksanakan bagi relawan, 19 Juni Malam Sabtu digelar untuk pihak keluarga. Puncak bagi umum dilaksanakan 20 Juni atau malam minggu dan 21 Juni pagi khusus bagi jemaah perempuan wanita.

Apel kesiapan pengamanan Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh telah dilaksanakan oleh pihak Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) yang melibatkan, TNI, petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan Damkar, relawan dari petugas Haul Ke-5 di Mapolres HSS, Kamis (18/6/2026)

Baca juga: Kondisi Terakhir Empat Pelajar yang Alami Pelecehan Seksual Oknum Pejabat di Tanahlaut Kalsel

Baca juga: Tipu Muslihat Penipu Hingga Bisa Bawa Kabur Sepeda Motor Milik Penjaga Warung di Tanahlaut Kalsel

Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam melalui Kabag Ops Achmad Jarkasi mengatakan, anggota personel Polres turut terlibat dalam rangka mendukung pengamanan jalannya Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh ini, sebanyak 205 personel.

“Namun, ada juga dari pihak TNI Kodim 1003 HSS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Brimob yang telah dilibatkan untuk penebalan. Begitu pula dari Relawan Al Hidayah Kapuh dengan jumlah kisaran 5.053 orang,” katanya.

Pihaknya memastikan pengamanan dilakukan secara humanis serta menjaga sikap terhadap semua jemaah yang datang, baik dari HSS maupun luar daerah.

“Kegiatan keagamaan ini akan menjadi perbandingan tahun ke tahun dengan jumlah jemaah yang dipastikan banyak berdatangan. Kita ingin mereka disambut baik,” tambah Kabag Ops.

Terpisah, Koordinator Umum Kapuh Madani Haul ke-5 Abah Guru Kapuh, H Sukeran menegaskan keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada kesiapan seluruh unsur yang terlibat.

Dirinya turut menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar bidang dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lapangan.

"Terpenting semua sudah siap. Namun, diperlukan kolaborasi agar setiap persoalan dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Seluruh tindakan dan keputusan di lapangan berada dalam satu komando melalui Posko Induk sebagai pusat koordinasi," sampainya.

Kebutuhan Air Meningkat

Ketersediaan air bersih menjadi sarana penting bagi jemaah saat pelaksanaan Haul Tuan Guru H Muhammad Ridwan Baseri atau Abah Guru Kapuh dari tahun ke tahun.

Peningkatan jumlah jemaah setiap tahunnya harus dibarengi dengan dukungan sarana prasarana lebih besar agar dapat memenuhi kebutuhan jemaah maupun masyarakat berhadir di lokasi Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)

Hal tersebut diutarakan Koordinator Umum Kapuh Madani Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh, H Ahmad Sukeran usai menerima pasokan air bersih dari Polres HSS.

Diakuinya, kebutuhan air bersih dapat membantu panitia dan jemaah maupun masyarakat yang berhadir di kegiatan Haul Ke-5 Guru Kapuh.

“Jemaah yang berhadir setiap tahunnya cukup besar, sehingga kebutuhan sarana seperti air bersih yang digunakan saat acara perlu lebih banyak saat rangkaian Haul,” katanya, Kamis (18/6/2026).

Pendistribusian air bersih dilakukan Polres HSS dengan dibantu pendistribusian dari PMK As-Salam dan Ranjau.

Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam melalui Kabag Ops Achmad Jarkasi yang mendistribusikan ke pihak relawan Kapuh Madani mengatakan, air bersih sarana dukungan pihaknya saat pelaksanaan Haul.

“Kegiatan ini juga menjadi rangkaian bakti sosial menjelang Hari Bhayangkara Ke-80, sehingga dapat memberikannya manfaat besar bagi masyarakat,” terangnya.

Kegiatan keagamaan yang besar di HSS ini akan dihadiri jemaah yang bukan hanya dari wilayah HSS, bahkan kabupaten tetangga dan provinsi terdekat turut berhadir.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenang dan meneladani perjuangan dakwah almarhum KH Muhammad Ridwan Baseri, sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” sampainya.

Disisi lain, fasilitas dan dukungan lainnya turut disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS, seperti makanan gratis, penerangan, dan berbagai kelengkapan sarana lainnya.

Persiapan Dimatangkan

Persiapan menjelang puncak Haul Ke-5 Tuan Guru H Muhammad Ridwan Baseri atau Abah Guru Kapuh di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) semakin dimatangkan.

Berbagai persiapan dilakukan Tim Induk Majelis Taklim Kapuh, Penerima Kabupaten (Pemkab) HSS, Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), ORARI, serta TNI-Polri.

Haul Ke-5 Guru Kapuh akan berlangsung sejak 18–21 Juni 2026. 18–19 acara khusus relawan dan keluarga. Puncak untuk masyarakat umum digelar 20 Juni 2026 (malam Ahad) di Kubah Abah Guru Kapuh, sedangkan 21 khusus wanita.

Baca juga: Nasib Korban Tabrakan Kapal di Labuan Mas Kotabaru Kalsel, Kejadian Berlangsung Tragis

Baca juga: Fakta Asli Dugaan Percobaan Pemerkosaan di Pelaihari Tanahlaut Kalsel, Libatkan Anak di Bawah Umur

Dikatakan salah satu relawan Tim Induk, Rieswan bahwa sampai saat ini persiapan terus berlangsung di sekitar lokasi, terutama pendukung perlengkapan di Kubah Abah Guru Kapuh.

“Persiapan pemasangan tenda- sampai untuk pencahayaan sudah mulai berjalan di zona kubah kemudian penampungan kolam portabel, tandon yang digunakan untuk air wudhu dan toilet jemaah,” katanya, Minggu (14/6/2026).

Persiapan telah berlangsung dengan Pemkab HSS dan instansi, serta perangkat lainnya demi memaksimalkan support sarana pra sarana dari pemkab HSS di Aula Rakat Mufakat Sekretariat Daerah HSS.

Rapat koordinasi dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tedy Soetedjo, sebagai upaya mematangkan berbagai persiapan menjelang puncak pelaksanaan Haul Ke-5 Guru Kapuh yang diperkirakan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Dalam rapat tersebut, peserta membahas sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, pengaturan arus lalu lintas dan parkir, pengamanan, pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, dukungan komunikasi dan informasi, hingga kesiapan relawan serta unsur pendukung lainnya. .

“Pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh pihak agar pelaksanaan haul dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan nyaman bagi para jamaah yang hadir,” kata Tedy.

Melalui Rakor, Pemkab HSS bersama seluruh unsur terkait berkomitmen memberikan dukungan maksimal guna mensukseskan pelaksanaan Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh Tahun 2026 sebagai salah satu agenda keagamaan yang memiliki nilai spiritual serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan masyarakat. 

Mulai Dipasang Tenda

 Jalan di sekitar Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) telah dihiasi umbul-umbul, menjelang Haul Ke-5 Tuan Guru H Muhammad Ridwan Baseri atau dikenal Guru Kapuh.

Berdasarkan informasi, Haul Ke-5 Guru Kapuh akan berlangsung sejak 18–21 Juni 2026, sementara puncak bagi masyarakat umum digelar 20 Juni 2026 (malam Ahad) di Kubah Abah Guru Kapuh.

Persiapan demi persiapan tengah dilakukan warga Kapuh untuk menyambut dan melayani jemaah haul yang berdatangan dari berbagai wilayah, Selasa (9/6/2026).

Pondasi untuk tenda, tempat wudhu juga mulai diletakkan di berbagai titik posisi, guna memudahkan jemaah saat pelaksanaan haul nantinya.

Warga Kapuh, Adiansyah mengatakan, warga RT 2 Daplayung telah melakukan pemasangan umbul-umbul di sekitar lokasi mereka.

Tidak hanya itu rangka posko juga telah dipersiapkan bagi jemaah.

“Saat ini, pemasangan umbul-umbul, sedangkan posko menjelang hari mulai dipasang terpal dan penerangan, serta lainnya,” katanya.

Disebutkannya, warga di RT dan pos lain telah mempersiapkan untuk menyambut jemaah haul.

Terpisah Kepala Desa Kapuh, A Mugeni Baki membenarkan, warga mulai melakukan pemasangan umbul-umbul dan tenda yang nantinya digunakan jemaah, serta lampu hias.

“Sejak beberapa minggu lalu sudah mulai dipersiapkan, dari bersih-bersih , menyiapkan lahan dan kantong parkir untuk kendaraan roda empat dan roda dua,” terangnya.

Diakui Kades, antusias jemaah ketiak jadwal undangan umum, sangat ramai sampai membludak ke luar dari area lokasi kubah.

*Warga secara gotong-royong melaksanakan persiapan ini dan saling berkoordinasi dengan relawan. Seminggu yang lalu warga mulai sibuk melakukan persiapan,” terangnya.

Saat pelaksanaan Haul Abah Guru Kapuh Ke-4 pada 2025 lalu, jemaah tidak hanya memadati area lokasi Kubah. Setiap jalan, baik utama dan kecil telah dipadati oleh masyarakat yang berhadir.

Profil Guru Kapuh

Ulama besar di Kalimantan Selatan meninggal dunia setelah 13 hari dirawat di Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS),

Ulama tersebut yakni Tuan Guru KH Ahmad Riduan Baseri atau Guru Kapuh. Bernama lengkap Muhammad Riduan,  Guru Kapuh lahir di Desa Kapuh, Kabupaten HSS, pada 7 Januari 1965.

Ayahnya bernama H Hasan bin Baseri, ibunya bernama Hj Jauhar binti H Athaillah bin H Abdul Qadir bin H  Sa’duddin atau H Muhammad Tayyib Taniran yang dikenal dengan Datu Taniran bin H M Asad bin Puan Syarifah bin Syekh H Muhammad Arsyad Al Banjari.

Guru Kapuh memiliki istri bernama Hj Nailah. Dari pernikahannya ini dikaruniai lima orang anak, yakni Ahmad Fauzan, Khafifah, Khalilah, Rahel  Maryam, dan Muhammad Ihsan Zaini.

Guru Kapuh sudah sejak kecil mendapat pendidikan agama, baik secara langsung oleh orangtuanya maupun melalui guru mengaji yang ada di desa tempat tinggalnya.

 Orangtuanya dikenal masyarakat sekitar sebagai tokoh yang sering memberikan ceramah dan khutbah. Ayahnya lebih dikenal dengan nama Tuan Guru H Hasan Baseri.

Guru Kapuh juga merupakan murid dari Guru Hurairah atau yang dikenal dengan Guru Hurai bin KH Muhammad Aini Al Hafiz dari Desa Pandai, Kecamatan Kandangan, Kota Kandangan, Kabupaten HSS.

Pada masanya, Guru Hurai merupakan satu-satunya qari yang fasih dalam membaca Al-Qur'an dan menjadi rujukan Tajwid Al-Qur'an bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan.

Guru Kapuh pernah mendapat pendidikan formal, pada usia 7 tahun di SDN Kandangan dan lulus pada tahun 1979.

Kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Amawang dan lulus pada 1982.

Jemaah mengantarkan kepergian Guru Kapuh yang wafat hari ini, Rabu (11/8/2021).
Jemaah mengantarkan kepergian Tuan Guru KH Ahmad Riduan Baseri atau Guru Kapuh yang wafat hari ini, Rabu (11/8/2021). (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Selesai mengenyam pendidikan formal, melanjutkan ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Jawa Timur untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris selama empat tahun.

Pada 1992, melanjutkan mengaji kitab ke Martapura kepada KH Muhammad Zaini Gani atau yang lebih dikenal Guru Sekumpul, Kota Martapura, Kabupaten Banjar.

Saat belajar di Martapura. Guru Kapuh juga mengajar di Sekolah Menengah Islam Hidayatullah (SMIH) Martapura dan Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Martapura sampai tahun 1998.

Di Sekumpul, mendapatkan bimbingan tasawuf dan menjalani suluk melalui tarekat dan amalan-amalan sufi dari Guru Sekumpul.

Setelah di Martapura selama enam tahun, pulang ke kampung halaman dan mengajar di Pondok Pesantren Darul Ulum Amawang, Kecamatan Kandangan, dan membuka pengajian di Masjid Al Hidayah.

Guru Kapuh pernah menjadi  Wakil Ketua Karang Taruna Desa Kapuh 1990, Ketua Remaja Masjid Al Hidayah Desa Kapuh 1990, Ketua Dewan Penasihat MUI HSS  2007-2012 dan 2012-2017.

Kemudian, Ketua Dewan Penasihat Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) HSS 2011-2016, Ketua Yayasan Al Baladul Amin, Pengasuh Ponpes Ibnu Athaillah, Pengasuh Majelis Taklim Al Hidayah, Ketua MUI HSS 2017-2022

 


(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.