BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pelaku UMKM di Banjarmasin berpeluang untuk naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Peluang itu bisa diraih melalui berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemilik usaha.
Melalui program Kota Masa Depan, sejumlah pelaku UMKM di Kota Seribu Sungai diberikan pelatihan usaha berbasis digital di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).
Manfaat Pelatihan dirasakan Firly Norachim, pelaku UMKM sekaligus ownerToko Mama Khas Banjar, menyatakan, sebagai UMKM perlu bimbingan untuk lebih baik dan berkembang.
"Sangat membantu adanya pelatihan marketing digital, kami merasakan dampaknya, dengan teknologi digital maka pasar yang jauh menjadi lebih dekat," ujarnya.
Hal sama diutarakan Athya Nasya Ulya dari Hai Hai Ricebowl, yang pihaknya merasakan begitu besar dampaknya, apalagi diajarkan bahwa jualan tak asal jualan.
"Kami diajarkan bagaimana beriklan di platform digital, menentukan harga jual dan bertumbuh dengan jualan digital yang lebih besar," katanya.
Apalagi sekarang sudah menjadi perkembangan zaman harus paham digital marketing. Dan faktanya memang 80 persen masyarakat menggunakan platform online.
Sementara, Aldira Pradana, perwakilan Pondok Patin Bakar Banjarmasin, mengakui, melalui program kolaborasi jaket mitra pengemudi yang merupakan pertama di Kalimantan dari segi peningkatan order sangat terasa.
"Khususnya Grab Food dalam hal visibilitas meningkat pesat," katanya, seraya mengatakan bergabung sejak 2020.
Yogia Prihartiny, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menegaskan, transformasi digital UMKM perlu terus diperluas agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi menjangkau daerah dengan potensi ekonomi lokal yang kuat, seperti Banjarmasin.
“Transformasi digital UMKM bukan lagi sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing. Ke depan, adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan akan semakin relevan untuk membantu UMKM berkembang lebih adaptif dan efisien. Selain itu, dukungan ekosistem yang menyeluruh, mulai dari pendampingan hingga akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial menjadi penting agar UMKM di daerah dapat berkembang lebih adaptif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kota Banjarmasin resmi menjadi kota ke-17 dalam rangkaian program Kota Masa Depan: Berani Digital, kolaborasi Grab Indonesia, OVO serta OVO Finansial, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, pemerintah Kota Banjarmasin, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Program ini hadir sebagai upaya mempercepat digitalisasi UMKM di Kota Banjarmasin, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari potensi khas daerah.
dr Hj Ananda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, menyambut baik hadirnya program Kota Masa Depan, Berani Digital sebagai upaya bersama dalam memperkuat daya saing UMKM di daerah.
Potensi UMKM di Banjarmasin terus berkembang, khususnya di sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pengusaha UMKM, mulai dari keterbatasan akses permodalan, literasi digital, hingga perluasan akses pasar.
"Dengan adanya program Kota Masa Depan ini, kami berharap pengusaha UMKM dapat semakin adaptif dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.
Yose Tireza Arizal, Head of Expansion Operations Territory, Grab Indonesia, menegaskan Kota Masa Depan, Berani Digital merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab Indonesia dan OVO serta OVO Finansial dalam mempercepat digitalisasi UMKM di kota-kota kecil, dengan mengedepankan semangat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari identitas dan potensi lokal. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)