Laporan Wartawan Serambi Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) melalui Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Aceh menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan SAKA POM Aceh, Evaluasi Kinerja dan Konsolidasi Rencana Kerja SAKA POM Tahun 2026, Kamis (18/06/2026) di Nagita Cafe Kota Banda Aceh.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Pramuka Penegak dan Pandega Dalam Pengawasan Obat dan Makanan yang Berdaya Guna di Provinsi Aceh” ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama tiga tahun terakhir sekaligus memperkuat arah kebijakan dan program kerja SAKA POM ke depan.
Rapat koordinasi dihadiri jajaran Pimpinan SAKA POM, Majelis Pembimbing, Kwartir Daerah Aceh, serta unsur Saka Pramuka, diantaranya Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Dirgantara, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bakti Husada, dan Saka SAR Rintisan. Ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas Saka guna mendukung pengawasan obat dan makanan yang melibatkan generasi muda.
Kepala Balai Besar POM di Banda Aceh, Riyanto, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Aceh, menyampaikan, tugas pengawasan obat dan makanan tidak akan berhasil tanpa dukungan generasi muda. Menurutnya, SAKA POM memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan kader muda yang mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Rakor ini kami jadikan sebagai rumah ide, tempat untuk mengevaluasi, menguatkan program, dan menyusun rencana kerja tahun 2026 yang tidak berjalan sendiri, tetapi berjalan bersama Kwarda Aceh dan seluruh Saka lainnya. Mari kita jadikan SAKA POM Aceh sebagai contoh kolaborasi lintas Saka yang paling solid di Indonesia, untuk Aceh yang lebih sehat dan Indonesia yang lebih hebat,” ujar Riyanto.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh yang diwakili oleh T. Fahmi turut menyampaikan apresiasi atas kiprah SAKA POM Aceh dalam membina generasi muda melalui berbagai program edukasi keamanan obat dan makanan. Ia menilai keberadaan SAKA POM telah memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat serta menjadi contoh sinergi yang baik antara BPOM dan Gerakan Pramuka di Aceh.
Baca juga: BPOM Bina 30 Pengelola Apotek di Simeulue, Perizinan Bersifat Wajib
Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan evaluasi capaian program SAKA POM periode 2023–2025 yang mencakup pelaksanaan berbagai kegiatan krida, penguatan kaderisasi, serta kampanye edukasi keamanan obat dan makanan melalui Gerakan Cek KLIK dan pemanfaatan inovasi berbasis kearifan lokal. Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari regenerasi anggota, keterbatasan sarana pendukung, hingga perluasan jangkauan pembinaan di kabupaten/kota.
Rapat koordinasi ditutup dengan penyampaian hasil evaluasi dan arah tindak lanjut oleh Pimpinan SAKA POM Aceh, Endang Yuliawati, Dalam paparannya, disampaikan sejumlah prioritas program tahun 2026, antara lain penguatan kaderisasi melalui pelatihan instruktur muda, pelaksanaan program “SAKA POM Goes to School”, pengembangan konten literasi digital kreatif, serta ekspansi kelembagaan untuk memperluas pembentukan SAKA POM di berbagai kwartir cabang di Aceh.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antara SAKA POM, Gerakan Pramuka, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu melahirkan generasi muda yang sadar akan pentingnya keamanan obat dan makanan serta menjadi mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat Aceh yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(*)