NEW DELHI: Salah satu wajah paling dikenal dalam sepak bola Republik Demokratik Kongo tidak terlihat di tribun ketika negara Afrika tersebut menahan imbang Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo dengan skor 1-1 pada laga pembuka Piala Dunia mereka pada Rabu.
Michel Nkuka Mboladinga, yang lebih dikenal dengan nama Lumumba Vea, tidak dapat menghadiri pertandingan di Houston karena saat ini sedang menjalani karantina selama 21 hari menyusul wabah Ebola.
Mboladinga menjadi terkenal di dunia sepak bola berkat dukungannya yang unik terhadap tim nasional DR Kongo. Selama Piala Afrika 2025, kamera televisi berkali-kali menyorot pendukung berpakaian rapi ini yang berdiri tanpa bergerak sepanjang pertandingan, terkadang selama 90 bahkan 120 menit penuh.
Penampilannya yang tidak biasa dengan cepat menjadi viral di media sosial, dan banyak penggemar menjulukinya sebagai "penggemar patung".
Gaya berdirinya merupakan penghormatan kepada Patrice Lumumba, Perdana Menteri pertama DR Kongo dan salah satu tokoh paling bersejarah di negara tersebut. Tangan yang diangkat meniru monumen terkenal Lumumba di Kinshasa, sementara kacamata vintage, setelan jas rapi, dan postur tegapnya dipilih dengan cermat untuk menghormati sang pemimpin kemerdekaan.
Setelah menarik perhatian dunia selama AFCON, DR Kongo memutuskan untuk memasukkannya sebagai bagian dari delegasi resmi mereka untuk Piala Dunia.
Namun, karena karantina yang dijalaninya, ia tidak dapat menyaksikan pertandingan bersejarah negaranya melawan Portugal langsung dari tribun stadion.
Ketidakhadirannya dirasakan oleh banyak pendukung yang telah terbiasa melihatnya di setiap laga DR Kongo.
Kabar baiknya, Mboladinga diperkirakan akan menyelesaikan masa karantinanya tepat waktu sehingga dapat hadir pada pertandingan berikutnya antara DR Kongo dan Kolombia pada 23 Juni mendatang.
Di lapangan, DR Kongo menciptakan kejutan besar dalam turnamen ini dengan menahan imbang Portugal 1-1.
Bermain di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun, DR Kongo menjadi negara Afrika kedua yang tampil mengesankan melawan tim Eropa setelah hasil imbang tanpa gol Tanjung Verde melawan Spanyol pada awal pekan.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, mengakui bahwa timnya gagal menampilkan performa terbaik. "Piala Dunia adalah turnamen di mana hal seperti ini bisa terjadi," ujar Martinez. "Kadang-kadang performa tidak sepadan dengan tantangan yang dihadapi."
Di hadapan 68.777 penonton di Stadion NRG, sebagian besar mendukung Portugal, DR Kongo meraih poin pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia setelah sebelumnya selalu kalah dalam tiga pertandingan di kompetisi ini.
Meski hasil di lapangan akan selalu dikenang, banyak penggemar berharap ketika DR Kongo menghadapi Kolombia nanti, sang "penggemar patung" yang terkenal itu akan kembali menempati tempatnya di tribun stadion.