SRIPOKU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat untuk berdamai dengan Iran per Rabu (17/6/2026) waktu setempat.
Orang nomor satu di Negeri Paman Sam selanjutnya mendesak Israel untuk menarik pasukannya dari Lebanon.
Menurut Trump, sikap tersebut merupakan salah satu poin perdamaian yang disepakati AS dengan Iran.
Namun, mengutip indianexpress.com, Israel tetap melakukan serangan ke Lebanon setelah AS dan Iran sepakat berdamai.
Sikap keras kepala militer Netanyahu membuat Trump marah.
Baca juga: Donald Trump Murka Israel Serang Lebanon, Negosiasi Damai AS-Iran Terancam Gagal
Gedung Putih menekankan bahwa Israel wajib mematuhi poin perdamaian antara Iran dan AS.
Para pejabat AS berharap, dalam jangka waktu 60 hari, Israel dapat mengamankan pernyataan politik dengan Lebanon, dengan harapan penarikan pasukan sebagai bagian dari kesepakatan nuklir dengan Iran.
Trump mengkritik keras taktik Israel, dan mengecam penghancuran bangunan tempat tinggal untuk menyerang target individu.
Adapun poin perdamaian AS dengan Iran tersebut menyerukan penghentian permusuhan secara permanen dan dimulainya periode negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai masa depan program nuklir Iran.
Sebagian besar kesepakatan akan mengembalikan status quo sebelum perang, termasuk mengakhiri permusuhan, memulai kembali perundingan antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran, serta membuka kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut membuka Selat Hormuz tanpa biaya tol selama dua bulan, tetapi tidak menutup kemungkinan pemberlakuan biaya di masa mendatang, menurut draf dari kedua negara.
Sebagai imbalannya, AS akan berupaya untuk menangguhkan, tetapi tidak menghapus, beberapa sanksi luas terhadap Iran.
Tiga kapal tanker super berbendera Arab Saudi yang membawa 6 juta barel minyak mentah berlayar melalui Selat Hormuz pada hari Kamis.
Mengutip reuters.com, situasi ini terjadi beberapa jam setelah Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran.
Perjanjian itu menyerukan pembukaan segera Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kapal-kapal yang dulunya mungkin menyembunyikan posisi mereka dengan mematikan transponder, kini menyiarkan lokasi mereka dan siap melintasi selat tersebut.
Dampak positifnya langsung terlihat, ketika harga acuan minyak mentah Brent berjangka turun lagi sebesar 2 persen menjadi di bawah US$78 per barel, level terendah sejak perang dimulai.