BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kondisi terakhir empat pelajar yang alami pecelahan oknum pejabat di Tanahlaut Kalsel
Dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.
Bahkan kali ini ditengarai melibatkan orang berdasi di daerah ini yakni pejabat teras salah satu instansi vertikal.
Hal itu diungkapkan tiga orang advokat dari Kantor Hukum Sahabat Pemuda Adil/Lembaga Bantuan dan Advokasi Hukum (LBAH) KNPI Tala yang melakukan pendampingan hukum terhadap korban.
Baca juga: Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Mantan Kasi Datun Kejari HSU, Sidang Dilanjutkan dengan Pembuktian
Baca juga: Tipu Muslihat Penipu Hingga Bisa Bawa Kabur Sepeda Motor Milik Penjaga Warung di Tanahlaut Kalsel
"Pada kasus dugaan pelecehan anak ini, ada empat orang di bawah umur yang menjadi korban. Semua masih berstatus pelajar," papar Widha Amalia Agista SH,Hisyam Kumkelo SH, dan Supian Hadi SH, Kamis (18/6/2026).
Advokat dari LBAH KNPI Tala (Kantor Hukum Sahabat Pemuda Adil) ini mengatakan pihaknya mendapat pengaduan dari salah satu pihak keluarga korban dan meminta pendampingan hukum.
Dikatakannya, kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur tersebut telah menggelinding ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Tala.
Pengaduan resmi setidaknya telah disampaikan oleh salah satu pihak keluarga korban.
Siang tadi, jelasnya, pihaknya mendampingi empat siswi tersebut yang memenuhi panggilan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Tala.
"Keempat korban diwawancarai oleh penyidik PPA untuk penggalian kronologi peristiwa dugaan pelecehan yang dialami," papar Widha.
Wawancara tersebut dikatakannya berlangsung cukup lama, sekitar empat jam yang berakhir sekitar pukul 17.00 Wita.
Ia menegaskan pihaknya akan mengawal penanganan kasus tersebut. Korban dan pihak keluarga korban meminta pelaku mendapat ganjaran hukum atas perbuatan tak pantas yang dilakukan.
Dikatakannya, akibat perlakuan amoral (pelecehan) yang dilakukan oknum pejabat tersebut, keempat korban mengalami tekanan psikologis atau trauma.
Sementara itu, Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Reskrim AKP Cahya Prasada Tuhuteru membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak asusila tersebut.
"Laporan pengaduan sudah kami terima. Saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik," kata Cahya saat dikonfirmasi.
Tips Cegah Kasus Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan kembali jadi sorotan publik. Baru-baru ini, siswi SMP Negeri di Depok diduga mengalami pelecehan verbal oleh gurunya sendiri.
Kasus ini terkuak pada 13 Maret 2025 setelah video percakapan antara korban dan pelaku tersebar di grup WhatsApp kelas.
Tak hanya itu, kasus pelecehan lainnya pun terungkap di media sosial. Terdapat rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi begal payudara oleh pria pengendara motor.
Dalam video tersebut, pelaku berpura-pura bertanya sebelum akhirnya melakukan tindakan tak senonoh kepada korban yang sedang berjalan di pinggir jalan.
Menanggapi maraknya kasus pelecehan ini, Psikolog Meity Arianty memberikan sejumlah langkah agar perempuan dapat lebih waspada dan terhindar dari pelecehan seksual. Berikut ini langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
5 Cara Mencegah Terjadi Pelecehan Seksual
1. Tetap Waspada dengan lingkungan sekitar
Menurut Meity, kewaspadaan adalah langkah pertama untuk menghindari pelecehan, bahkan ketika kita sedang bersama orang yang dikenal baik sekalipun.
“Hal sederhana yang harus dilakukan untuk menghindari pelecehan seksual apapun bentuknya. Harus waspada, dia teman atau bukan, Anda tidak boleh terlena,” ujar Meity.
Pelecehan bisa terjadi di lingkungan terdekat, termasuk dari orang-orang yang awalnya dianggap aman. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kewaspadaan tanpa terkecuali.
2. Jaga batasan
Pelecehan seksual tidak selalu berawal dari niat pelaku. Meity menyebutkan, kejahatan sering terjadi karena adanya peluang yang terbuka.
“Terkadang kejahatan terjadi bukan karena pelaku memiliki niat, tapi karena ada kesempatan, sehingga pandai-pandailah menjaga diri dan melihat dengan siapa Anda bergaul,” jelas Meity.
Dengan menjaga jarak dan batasan dengan orang lain, terutama yang belum dikenal baik, perempuan bisa memperkecil risiko terjadinya pelecehan.
3. Waspada di tempat umum
Di ruang publik seperti jalanan, penting untuk tetap fokus pada sekitar. Kebiasaan berjalan sambil bermain ponsel bisa membuka celah bagi pelaku.
“Waspada dimana Anda berada, misalnya di jalan, jangan sambil bermain HP tapi fokus pada sekitar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Meity.
Kondisi jalanan yang sepi atau kurang penerangan bisa menambah risiko. Maka, tingkatkan kewaspadaan, khususnya saat bepergian sendirian.
4. Tetap berhati-hati meski di lingkungan yang dianggap aman
Bagi pelajar, lingkungan sekolah seharusnya jadi tempat yang aman. Namun, pelecehan bisa saja terjadi dari teman sebaya hingga tenaga pendidik, seperti beberapa kasus yang beredar.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)