Jakarta (ANTARA) - Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menegaskan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual dan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab.
"JCM menegaskan bahwa perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, argumentasi, dan pertukaran gagasan, bukan dengan persekusi maupun pembubaran paksa," kata Sekretaris Jenderal PB HMI sekaligus Pendiri JCM Muh. Jusrianto dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
JCM pun menyayangkan pembubaran diskusi ilmiah yang diselenggarakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu.
"Tindakan intimidatif terhadap kegiatan akademik merupakan bentuk pembungkaman yang mencederai demokrasi dan kebebasan akademik," ujar Jusrianto.
Selain itu, JCM juga menolak terhadap segala bentuk intervensi dan penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.
"Mahasiswa harus tetap menjaga independensi sebagai kekuatan moral dan agen kontrol sosial yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, setiap bentuk mobilisasi mahasiswa yang diarahkan untuk kepentingan elektoral maupun agenda politik kelompok tertentu harus ditolak secara terbuka," ucapnya.
Dalam keterangannya itu, JCM juga memberikan sejumlah masukan terhadap beberapa program strategis nasional. Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), JCM mendukung tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia, namun mengingatkan adanya potensi persoalan tata kelola, pengawasan, dan distribusi yang harus segera dibenahi.
"Selain itu, JCM mendorong pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara profesional dan transparan agar tidak menjadi instrumen yang dimanfaatkan oleh kepentingan oligarkis di tingkat lokal. Juga meminta pemerintah memastikan kebijakan energi tetap berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM yang paling rentan terdampak gejolak harga," ujar Jusrianto.
Dalam aspek ekonomi makro, JCM menekankan pentingnya langkah konkret untuk memperkuat kondisi fiskal nasional melalui peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, pemberantasan kebocoran anggaran serta penguatan sektor-sektor produktif.
Menurut JCM, fiskal yang sehat merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan, perlindungan sosial serta ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.
"JCM mengajak seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas nasional, merawat demokrasi yang sehat serta mengawal pembangunan dengan sikap kritis, objektif, dan konstruktif," kata Jusrianto.
Adapun, Forum Jaringan Cendekiawan Muda terdiri atas para sekretaris jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan nasional, yaitu Sekjen PB HMI Muh. Jusrianto, Sekjen PP KAMMI Nazmul Watan, Sekjen PP Himas Persis Hafidh Fadhlurrohman, Sekjen DPP GMNI Patra Dewa, Sekjen PP Hikmahbudhi Dwi Purnomo, Sekjen EN LMND Julfikar Hasan, Sekjen PP KMHDI I Nengah Candra Irawan, Sekjen PP PMKRI Putri Sukmaniara, dan Sekjen DPP IMM Muhammad Zaki Mubarak.
JCM berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik, menjaga demokrasi, dan memastikan pembangunan nasional berjalan sesuai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.





