Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang dinilai banyak pihak saat ini belum optimal menjadi sorotan DPRD Jatim.
Dewan pun meminta Pemprov Jatim untuk terus intensif melakukan pendampingan kepada pengurus.
Baca juga: 69 PNS Pemkot Madiun Dilantik Plt Wali Kota Bagus Panuntun, BKPSDM Ajukan 25 Formasi Rekrutmen ASN
Terlebih, Pemerintah Daerah termasuk Pemprov Jatim menjadi bagian dari support system terhadap program pusat tersebut.
Hal ini penting, di samping pemerintah pusat juga diharapkan terus memperbaiki kekurangan program ini.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti, menjelaskan bahwa dari temuan di lapangan saat ini, tak jarang ia mendapati lokasi Koperasi Merah Putih jauh dari pemukiman.
Selain itu, pengurus nampaknya masih bingung terkait model usaha yang akan dijalankan.
"Ini perlu ada pendampingan yang kuat. Kita selalu di komisi itu memanggil Dinas Koperasi provinsi Jawa Timur untuk melakukan secara intensif, pendampingan terhadap pengurus," kata Erma saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jatim, Rabu (17/6/2026).
Erma mengingatkan, bahwa salah satu indikator keberhasilan koperasi adalah optimalnya pengurus sebagai SDM penting dalam tata kelola.
Koperasi tidak akan jalan jika pengurusnya tidak memiliki SDM yang mumpuni.
"Jadi itu yang saya pikir juga tugas dari provinsi ya," terangnya.
Erma mewanti bahwa pendampingan dari Pemprov sangat diperlukan. Jika koperasi hanya dibebankan kepada manajer, Erma ragu bahwa koperasi ini akan optimal.
"Jadi pengurusnya itu juga harus punya, pertama ya pemahaman terkait dengan koperasi," tandas Erma.
Selain pemahaman, tentu yang juga penting adalah skill.
"Pemerintah provinsi melalui dinas koperasi ini harus sangat intensif untuk melakukan pendampingan-pendampingan terhadap pengurus koperasi," tambah Erma.
Pemerintah sejak awal menggaungkan bahwa program ini diharapkan bisa menggerakkan potensi ekonomi di desa.
Harapannya, koperasi ini tidak hanya retail, tapi juga aggregator terkait dengan produk-produk unggulan di desa.
Menurut Erma, tentu koperasi ini harus dioptimalkan dalam mengungkit potensi di desa/kelurahan.