Srikandi Jakarta Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah demi Jakarta Bersih
Feryanto Hadi June 19, 2026 03:32 AM

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta Tahun 2026, Srikandi Jakarta menggelar kegiatan Gerakan Srikandi Jakarta Peduli Lingkungan bertajuk “Pilah Sampah dari Rumah untuk Jakarta Bersih dan Berkelanjutan” di Lobby Rusunawa Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Lingkungan Terjaga, Jakarta Maju dan Berkelanjutan” tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga seperti RT dan RW, PKK, Dasawisma, Jumantik, Posyandu, dan komunitas masyarakat Kelurahan Pengadegan. 

Acara dibuka oleh Lurah Pengadegan, Hifzillah, S.STP, sementara Camat Pancoran diwakili oleh Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Pancoran Ahmad Satiri.

Selain itu, hadir sebagai narasumber Suparti dari Bidang Pengurangan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta serta Anna Widyastuti dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang menyampaikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. 

Ketua Srikandi Jakarta Nena Syafrudin dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga perubahan perilaku yang harus dimulai dari rumah tangga. 

“Perempuan memiliki posisi strategis sebagai pengelola rumah tangga sekaligus agen perubahan. Karena itu, gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga,” ujarnya. 

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari gerakan bersama untuk membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah.

“Jika setiap keluarga mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, maka kita sedang membangun Jakarta yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut, Srikandi Jakarta juga secara resmi meluncurkan Kampung Srikandi Peduli Lingkungan Pengadegan yang diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di wilayah lain. 

Sementara itu, materi yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk memilah sampah menjadi empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. 

DLH DKI Jakarta juga mengingatkan bahwa mulai 1 Agustus 2026, sampah selain residu tidak diperbolehkan masuk ke TPST Bantargebang sebagai bagian dari upaya pengurangan beban tempat pemrosesan akhir dan penghentian praktik open dumping. 

Dalam sosialisasi tersebut, warga diperkenalkan berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti LOSIDA (Lodong Sisa Dapur), tong komposter, biopori jumbo, hingga metode TEBA Modern, serta penguatan peran bank sampah dalam mendukung ekonomi sirkular. 

Srikandi Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kecamatan Pancoran, dan Kelurahan Pengadegan atas kolaborasi yang telah terbangun. 

Melalui kegiatan ini, Srikandi Jakarta berharap lahir kader-kader lingkungan yang menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat serta memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

“Jakarta yang maju tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui budaya peduli lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat. Menjaga lingkungan bukanlah beban, melainkan investasi bagi masa depan anak-anak dan generasi yang akan datang,” tutup Ketua Srikandi Jakarta. 

Srikandi Jakarta merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk lingkungan hidup. Melalui berbagai program kolaboratif, Srikandi Jakarta mendorong lahirnya gerakan masyarakat yang berkelanjutan demi mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, dan maju.(m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.