TRIBUNTRENDS.COM - Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (18/6/2026), tidak hanya diwarnai agenda peninjauan fasilitas pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga mendapat gambaran langsung mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Saat berdialog dengan para siswa di SMP Negeri 1 Ndona, putra sulung Presiden Joko Widodo itu menerima sejumlah masukan terkait kualitas makanan yang disajikan kepada para pelajar.
Keluhan tersebut muncul langsung dari siswa yang menjadi penerima manfaat program MBG.
Beberapa siswa mengaku makanan yang mereka terima sudah dalam kondisi dingin saat disantap. Selain itu, mereka juga menyoroti tekstur daging ayam yang dinilai terlalu keras.
Baca juga: Prabowo Dapat Dukungan 10.000 Massa di Jaktim, Lawan Balik Mahasiswa Pengkritik MBG
Mendengar keluhan tersebut, Gibran langsung meminta penjelasan dari petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan ke sekolah.
Ia ingin mengetahui bagaimana proses produksi hingga distribusi makanan dilakukan sehingga kualitas sajian yang diterima siswa menjadi kurang optimal.
Dalam percakapan tersebut, Gibran secara khusus menanyakan waktu memasak nasi yang menjadi bagian dari menu MBG.
“Nasi jam berapa (dibuat)?,” tanya Gibran kepada petugas SPPG.
“Start jam 3 pagi,” jawab petugas tersebut.
Mendengar jawaban itu, Gibran langsung memberikan tanggapan.
“Kepagian, kepagian. Pantesan makannya dingin semua,” timpal Gibran.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa jeda waktu yang terlalu panjang antara proses memasak dan waktu konsumsi diduga menjadi salah satu penyebab makanan kehilangan suhu hangat ketika sampai ke tangan siswa.
Penjelasan petugas SPPG mengungkap bahwa proses penyediaan makanan dilakukan sejak dini hari agar seluruh menu dapat selesai tepat waktu dan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima program.
Namun, kondisi geografis serta rentang waktu distribusi yang panjang tampaknya menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas makanan hingga waktu santap tiba.
Temuan ini menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, terutama terkait manajemen produksi, penyimpanan, dan distribusi makanan di daerah.
Baca juga: KPK Setop Selidiki Korupsi MBG, Nasib Dadan Hindayana Cs Kini Sepenuhnya di Tangan Kejagung
Sebelum berdialog dengan siswa, Wapres Gibran terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas yang ada di SMP Negeri 1 Ndona.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja Wapres untuk melihat secara langsung kondisi pendidikan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah di daerah.
Dalam kesempatan itu, Gibran tidak hanya mendengarkan laporan dari pihak sekolah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para siswa untuk mengetahui kondisi yang mereka alami sehari-hari.
Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi pihak sekolah.
Kepala SMP Negeri 1 Ndona, Sofia Ere, mengaku sangat terharu dan bersyukur karena sekolah yang dipimpinnya mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Wakil Presiden.
Menurut Sofia, kunjungan tersebut menjadi momen yang sangat berharga, terlebih masa tugasnya sebagai kepala sekolah akan segera berakhir.
“Saya tadi waktu wawancara awal dengan Pak Wapres, saya senang sekali. Ini kesempatan langka karena jabatan saya sebagai kepala sekolah segera berakhir di 25 Juli nanti,” ujar Sofia.
Baca juga: Ketua KPK Temui Kepala BGN Nanik Deyang di Tengah Sengkarut Program MBG, Ungkap Isi Obrolan 4 Mata
Selain menerima berbagai masukan terkait pelaksanaan MBG, kunjungan Wapres juga membawa kabar baik bagi sekolah tersebut.
Sofia mengungkapkan bahwa Gibran berjanji akan membantu pembangunan lapangan olahraga yang berada di area belakang sekolah.
Rencana pembangunan fasilitas olahraga itu disambut positif karena dinilai dapat mendukung aktivitas siswa di bidang olahraga sekaligus meningkatkan kualitas sarana pendidikan yang tersedia.
Kunjungan tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga membuka harapan baru bagi pengembangan fasilitas pendidikan di SMP Negeri 1 Ndona, Kabupaten Ende.
***
(TribunTrends/Kompas)