Lisa Baum: Mengapa Arsenal, Barcelona, Man Utd dan Klub Lain Bersaing untuk Mendapatkan Winger RB Leipzig Berusia 19 Tahun
Rina Kusumawati June 19, 2026 05:42 AM

Banyak nama besar dalam sepak bola wanita diperkirakan akan berpindah klub pada bursa transfer musim panas ini. Dari Alexia Putellas hingga Georgia Stanway, Sam Kerr, Mary Earps, dan Ona Batlle hingga Mapi Leon, beberapa bulan ke depan akan menjadi periode yang sangat sibuk, dengan pemain seperti Beth Mead dan Katie McCabe sudah menyelesaikan kepindahan mereka. Namun, ada juga beberapa talenta muda yang belum banyak dikenal, pemain muda dengan potensi besar yang masa depannya menjadi sorotan khusus musim panas ini.

Felicia Schroder, penyerang tim nasional Swedia, muncul sebagai salah satu pemain utama dalam kategori tersebut bulan lalu. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak 30 gol dan memberikan sembilan assist di Damallsvenskan tahun lalu, sebelum membawa Hacken meraih kejayaan di Europa Cup pada bulan Mei dengan delapan gol, terbanyak di kompetisi tersebut. Akibatnya, ia dikabarkan menjadi target tawaran rekor dunia dari Chelsea, dengan banyak klub papan atas lainnya juga tertarik padanya.

Di tempat lain, Erica Parkinson, pemain termuda yang pernah dipanggil ke tim senior Inggris selama masa kepelatihan Sarina Wiegman yang sukses besar, tampaknya juga akan segera pindah. Pemain berusia 18 tahun itu dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di liga Portugal musim 2024-25, sebelum meningkatkan catatan gol dan assist-nya untuk Valadares Gaia di musim berikutnya. Ia dikaitkan dengan kepindahan ke NWSL, liga yang kini menjadi tujuan banyak pemain muda Inggris. Bahkan, Laila Harbert, yang menempati peringkat ke-15 dalam daftar NXGN 2026 untuk pemain remaja terbaik di dunia, juga dikabarkan akan menuju Amerika Serikat.

Lisa Baum, winger berusia 19 tahun milik RB Leipzig, kini menjadi tambahan terbaru dalam kelompok pemain muda menjanjikan yang mungkin akan berpindah klub. Surat kabar Bild melaporkan bahwa klub Jerman tersebut siap menerima tawaran besar untuk pemain remaja ini, dengan Barcelona, Lyon, Manchester United, Bayern Munich, dan London City Lionesses semuanya menunjukkan minat. Namun, laporan itu menyebutkan bahwa Arsenal berada di posisi terdepan untuk mendapatkan tanda tangannya.

Lalu, siapa sebenarnya pemain muda berbakat yang menarik perhatian begitu banyak klub elit Eropa ini? Apa yang membuat Baum begitu istimewa?

Awal Karier

Lahir di Tanzania dari ayah asal Jerman dan ibu asal Tanzania, keluarga Baum pindah ke Jerman ketika ia berusia empat tahun. Kecintaannya pada sepak bola sudah terlihat sejak kecil, ketika ia sering bermain bersama kakaknya, Dennis, yang meninggal tragis dalam kecelakaan mobil pada usia 17 tahun.

Baum selalu mengenang kakaknya setiap kali bermain di lapangan, dengan inisial sang kakak terukir di sepatunya dan pita di pergelangan tangannya bertuliskan nama serta kutipan favoritnya. “Dengan begitu, dia selalu bersamaku,” katanya kepada Die Welt. “Aku berharap dia ada di sini dan bisa melihat semua yang aku lakukan.”

Setelah pindah ke Jerman, Baum mulai bermain untuk klub lokal MTV Ahrensbok sebelum bergabung dengan TSV Pansdorf, tempat ia menjadi satu-satunya pemain perempuan. Klub tersebut kemudian berbagi hak bermainnya dengan Hamburg, di mana Baum bergabung dengan akademi muda klub tersebut. Pada Agustus 2022, ketika baru berusia 15 tahun, Baum menandatangani kontrak tim utama pertamanya dengan HSV hingga 2025.

Ia meninggalkan Hamburg setelah kontraknya habis untuk bergabung dengan RB Leipzig secara gratis, tetapi selama tiga tahun bersama HSV, Baum memainkan peran besar dalam membawa klub itu promosi ke Frauen-Bundesliga untuk pertama kalinya sejak 2012. Pada musim pertamanya, ia membantu tim naik ke divisi dua dan juga mencapai semifinal DFB-Pokal di tahun yang sama.

Seiring kemajuannya di level klub senior, pemain sayap yang lincah ini juga menonjol di tim nasional muda Jerman. Ia bermain untuk tim U-16 saat berusia 14 tahun, tim U-17 di usia 15 tahun, dan tampil di semua lima pertandingan saat Jerman mencapai perempat final Piala Dunia U-20 pada usia 17 tahun. Belakangan ini, meski baru 19 tahun, ia sudah menjadi pemain reguler di tim U-23.

Kesempatan Besar

Baum menjadi incaran banyak klub musim panas lalu, termasuk Bayern Munich—klub favoritnya sejak kecil, menurut laporan kicker. Namun, ia memilih pindah ke Leipzig karena merasa “memulai dari awal” akan baik baginya setelah empat tahun di Hamburg, serta karena ambisi klub tersebut menarik perhatiannya.

Leipzig, yang baru promosi ke Bundesliga pada 2023, masih dalam tahap berkembang di level tertinggi, bukan klub besar dengan skuad bertabur bintang. Hal ini membuat Baum mendapat banyak kesempatan bermain, dan terbukti dengan hanya tiga pemain di skuad Leipzig yang bermain lebih banyak darinya di liga musim lalu.

Dengan kesempatan itu, ia menutup musim sebagai pencetak gol terbanyak bersama RB Leipzig di liga, mencetak enam gol dan dua assist dalam 23 kali menjadi starter untuk tim yang finis di peringkat ke-10 dari 14 tim. Permainannya di sisi sayap yang cepat dan kemampuannya melewati lawan membuat banyak klub besar mulai memperhatikannya.

Perkembangan Saat Ini

Musim lalu adalah musim pertama Baum di Leipzig sekaligus debutnya di Bundesliga, dan kini ia tampaknya siap untuk langkah besar berikutnya. Bayern kembali tertarik padanya, begitu juga Barcelona—juara Eropa yang diakui Baum sebagai salah satu tim favoritnya untuk ditonton. Manchester United, London City, dan Lyon—yang kalah dari Barca di final Liga Champions bulan lalu—juga disebut-sebut berminat.

Namun, menurut laporan Bild, Arsenal masih menjadi favorit terdepan. The Gunners baru saja melepas beberapa pemain, termasuk Beth Mead, pemain tim nasional Inggris. Kepindahan Mead ke Manchester City membuat pelatih kepala Renee Slegers membutuhkan tambahan di sektor sayap, dan Baum tampaknya cocok dengan profil pemain yang ingin ia rekrut.

Kekuatan Utama

Baum dikenal karena gaya bermainnya yang langsung dan agresif. Keinginannya untuk membawa tim maju secepat mungkin menjadikannya ancaman nyata, dengan kecepatannya yang luar biasa dan kemampuan menggiring bola dengan kedua kaki membuatnya sulit ditebak. Ia mampu memotong ke dalam untuk menembak atau mencari ruang untuk mengirim umpan silang, dan meski masih muda, ia menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan yang matang. Musim lalu, ia menempati posisi ketujuh bersama dalam daftar pembuat peluang terbanyak di Bundesliga—pencapaian yang impresif bagi pemain dari tim peringkat ke-10.

Secara individu, Baum memiliki tendangan jarak jauh yang kuat, terutama dengan kaki kirinya, serta naluri dan pemahaman permainan yang baik untuk menemukan ruang mencetak gol. Dalam bertahan, ia menunjukkan etos kerja tinggi dan energi besar dalam melakukan pressing, kualitas yang jarang dimiliki pemain muda.

Marwin Bolz, pelatihnya di Hamburg, menggambarkan Baum sebagai pemain yang “bertekad untuk terus berkembang.” Ia menambahkan, “Bukan hanya dalam kemampuan sepak bolanya, tapi juga dalam kondisi fisik dan ketahanan mentalnya,” katanya kepada Hamburger Morgenpost.

Area yang Masih Perlu Ditingkatkan

Seperti kebanyakan pemain muda, Baum masih memiliki beberapa kelemahan yang bisa diperbaiki seiring waktu dan pengalaman. Dalam pressing, misalnya, ia masih perlu mempelajari cara paling efektif untuk melakukannya. Pemahamannya tentang kapan harus menyerang langsung dan kapan harus menahan bola untuk membangun serangan juga masih perlu ditingkatkan. Namun, dengan kemampuan passing yang baik, hal ini bisa diperbaikinya, terutama jika ia bergabung dengan klub besar yang sering mendominasi permainan seperti Arsenal atau Barcelona.

Terkadang, Baum juga bisa kehilangan pengaruh dalam pertandingan, hal yang umum bagi pemain muda. Namun, seiring pengalaman, ia akan menjadi lebih konsisten. Menyesuaikan diri dengan intensitas fisik di level tertinggi juga akan datang dengan waktu, mengingat ia baru menjalani satu musim di Bundesliga.

Perbandingan dengan Kerolin

Beberapa pengamat membandingkan gaya bermain Baum dengan Kerolin, bintang Manchester City, karena kontrol bola ketat, kelincahan, dan keberaniannya saat menggiring bola. Seperti Kerolin, Baum dapat bermain di berbagai posisi menyerang, selalu berusaha menciptakan peluang bagi tim atau dirinya sendiri. Dengan postur sedikit lebih tinggi, Baum berpotensi menjadi pemain yang lebih kuat secara fisik.

Saat memotong ke dalam dan menembak dari jarak jauh, gaya Baum juga mengingatkan pada Salma Paralluelo, penyerang Barcelona. Paralluelo menunjukkan ketajamannya di final Liga Champions dengan gol jarak jauh yang indah untuk membawa Barca unggul 3-0 sebelum menambah gol keempat beberapa menit kemudian. Gaya seperti itu kini juga terlihat dalam permainan Baum, meski ia memiliki karakteristik klasik pemain sayap murni lebih kuat dibanding Paralluelo yang kerap dimainkan sebagai penyerang tengah.

Masa Depan

Mengingat Baum baru menjalani satu musim di Bundesliga, menarik untuk melihat langkah berikutnya dan bagaimana ia beradaptasi. Meski belum banyak pengalaman di level tertinggi, ia sudah memiliki beberapa musim di sepak bola senior, meski sebagian besar di level bawah.

Dulu, kepindahan ke Arsenal mungkin dianggap terlalu cepat. The Gunners memang sering merekrut pemain muda berbakat, tetapi beberapa di antaranya seperti Kathrine Kuhl, Rosa Kafaji, dan Gio Queiroz belum banyak mendapat kesempatan di tim utama. Namun, kemajuan Smilla Holmberg musim ini menjadi sinyal bahwa di bawah asuhan Renee Slegers—yang baru menjabat permanen sejak Januari tahun lalu—situasinya bisa berbeda.

Kepindahan ke klub London utara itu juga bisa cocok secara taktik, karena Slegers dikenal gemar merotasi pemain sayapnya, baik antar pertandingan maupun di tengah laga, sering mengganti pemain sayap sekitar menit ke-60. Pendekatan bertahap seperti itu bisa membantu Baum beradaptasi di Women's Super League, sesuai dengan pengalaman yang masih terbatas.

Namun, kepindahan ke Arsenal belum tentu pasti. Klub besar lain seperti Barcelona, Lyon, atau Bayern bisa saja menyalip dengan tawaran mereka, mengingat ketiganya memiliki reputasi bagus dalam mengembangkan pemain muda. Sementara itu, London City dan Manchester United mungkin dapat menawarkan waktu bermain reguler yang lebih banyak bagi pemain berusia 19 tahun ini.

Keputusan kini berada di tangan Baum dan orang-orang terdekatnya. Ini langkah besar, tetapi semua tanda menunjukkan bahwa ia cukup dewasa untuk membuat keputusan yang tepat.

“Tujuanku bukan untuk menjadi bintang; aku hanya ingin bahagia dengan apa yang kulakukan,” ujarnya kepada Die Welt awal tahun ini. Dalam wawancara yang sama, ia menepis anggapan bahwa Piala Dunia tahun depan menjadi targetnya, dan menyebut Euro 2029 di kandang sebagai tujuan jangka panjang. Pemikiran jangka panjang dan sikap rendah hati tersebut, dipadukan dengan bakat luar biasa, bisa membawa Baum menuju kesuksesan besar di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.