TRIBUNJAKARTA.COM - Mahasiswa Universitas Trisakti bakal menggelar aksi demonstrasi pada hari ini, Jumat (19/6/2026).
Seruan aksi tersebut diunggah melalui akun instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah fakultas Universitas Trisakti.
Rencananya, aksi unjuk rasa itu akan digelar di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti (BEM FH Usakti) menyerukan aksi bertajuk "Indonesia Gawat Darurat, Rakyat Bersatu Menggugat" yang akan digelar pada Jumat (19/6/2026).
Aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.30 WIB dengan titik kumpul di Tugu Luar 12 Mei Universitas Trisakti sebelum massa bergerak menuju Gedung DPR RI.
Dalam seruan aksi yang disebarluaskan melalui media sosial, BEM FH Trisakti menyebut demonstrasi tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal arah kebijakan negara serta menjaga demokrasi, keadilan, dan supremasi sipil.
"Demokrasi tidak hanya dijaga melalui suara saat pemilu, tetapi juga melalui keberanian untuk menyampaikan aspirasi," demikian pernyataan dalam unggahan Instagram @bem.fh.usakti.
Mahasiswa mengusung tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai agenda mendesak bagi pemerintah.
Selain tiga tuntutan utama, mahasiswa juga membawa sejumlah tuntutan turunan, antara lain menurunkan harga bahan pokok, menurunkan harga BBM dan meningkatkan ketersediaan BBM subsidi, menghentikan pemborosan APBN, serta melakukan penghentian sementara dan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa juga mendesak pemerintah memperbaiki komunikasi publik, menolak UU Polri, membebaskan tahanan politik, menghentikan represivitas aparat, menolak militerisme di ranah sipil, serta menolak proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Aksi tersebut menambah daftar kampus yang menyatakan sikap kritis terhadap sejumlah kebijakan pemerintah setelah sebelumnya demonstrasi serupa muncul di berbagai kota di Indonesia.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Trisakti (BEM FT Usakti) juga menyampaikan akan menggelar unjuk rasa pada hari ini.
Informasi itu disampaikan melalui akun instagram @bemftusakti.
"SERUAN AKSI: KETIKA RAKYAT BERSUARA, MAHASISWA HARUS BERGERAK!
HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA!" tulis caption akun tersebut.
"Kawan-kawan mahasiswa, hari ini kita dihadapkan pada realitas yang memprihatinkan. Harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik, ruang demokrasi yang terus menyempit, hingga para pemangku kebijakan yang justru menunjukkan inkompetensi dan menghamburkan anggaran negara."
"Ketika kebijakan tidak lagi berpihak pada kesejahteraan rakyat, dan supremasi sipil mulai terancam, kita tidak memiliki pilihan untuk diam. BEM FTI Usakti memanggil seluruh elemen mahasiswa untuk merapatkan barisan, turun ke jalan, dan memastikan suara rakyat terdengar lantang hingga ke dalam gedung parlemen," jelas caption itu.
BEM FT Universitas Trisakti menyampaikan tiga tuntutan aksi:
1. Pulihkan Ekonomi dan Politik: Mendesak penurunan harga bahan pokok dan BBM, serta menghentikan segala bentuk pemborosan APBN.
2. Berantas Inkompetensi Pejabat: Menuntut evaluasi total terhadap program yang bermasalah dan memperbaiki komunikasi publik pemerintah.
3. Kembalikan Supremasi Sipil: Menolak tegas UU Polri, menghentikan represivitas aparat di ranah sipil, dan menolak PSN yang merampas hak rakyat.
"Bawa almamater dan pastikan kita bergerak dalam satu komando. Keadilan tidak akan pernah terwujud tanpa diperjuangkan. Sampai jumpa di titik kumpul!" tulis caption tersebut.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (BEM FEB Usakti) juga akan turun ke jalan pada Jumat (19/6/2026).
Hal itu disampaikan melalui akun instagram @bemfebusakti.
"Bukan sekadar narasi, tapi realita yang makin terasa.
Ketika kebijakan tak lagi berpihak,
ketika suara rakyat mulai diabaikan,
maka diam bukan lagi pilihan.
Rakyat bersatu bukan untuk menggugat tanpa arah,
tapi untuk mengingatkan:
bahwa negara ini berdiri untuk semua, bukan segelintir." tulis caption tersebut.
Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti (Kepresmausakti) menyerukan aksi demonstrasi pada Jumat (19/6/2026) dengan mengangkat kembali narasi Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat, dilansir Instagram @kepresmausakti.
Seruan tersebut disampaikan sehari menjelang aksi melalui akun media sosial resmi organisasi mahasiswa tersebut.
Berbeda dengan aksi yang digelar BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti, demonstrasi Kepresmausakti dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Tugu Luar Universitas Trisakti.
Mahasiswa diminta mengenakan almamater kampus sebagai identitas gerakan.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis pada Kamis (18/6/2026), Kepresmausakti menegaskan bahwa Tritura kembali diangkat sebagai respons atas berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi bangsa.
Mereka menyebut Tritura bukan sekadar slogan politik, melainkan pengingat bahwa terdapat sejumlah persoalan mendasar yang belum terselesaikan.
Tiga tuntutan yang diusung meliputi pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan pejabat yang dianggap tidak kompeten, serta pengembalian supremasi sipil.
Menurut mahasiswa, ketiga isu tersebut masih relevan untuk diperjuangkan di tengah perkembangan politik dan pemerintahan saat ini.
Kepresmausakti juga menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan kebijakan publik berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Selama aspirasi rakyat belum terwujud, suara kritis akan terus disampaikan sebagai bagian dari komitmen menjaga demokrasi dan kepentingan publik," demikian isi pernyataan sikap yang disampaikan organisasi tersebut.
Selain mengajak mahasiswa mengikuti aksi, Kepresmausakti juga membuka donasi perjuangan guna mendukung kebutuhan operasional demonstrasi.
Sementara itu, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memastikan akan menerima perwakilan mahasiswa yang dijadwalkan menggelar demonstrasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat besok (19/6/2026).
Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelang aksi yang akan berlangsung di Gedung DPR RI dan menjadi bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang muncul di sejumlah daerah dalam sepekan terakhir.
"Besok memang ada rencana ditemui oleh pimpinan DPR kok," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Meski memastikan adanya pertemuan, Dasco belum merinci waktu pelaksanaan maupun pimpinan DPR yang akan hadir dalam dialog tersebut.
"Besok ada rencana itu," ujarnya dikutip dari Tribunnews.com.
Pernyataan itu menegaskan DPR akan membuka ruang dialog di tengah rencana aksi mahasiswa pada Jumat.
(TribunJakarta.com/Tribunnews.com)