Merapi Luncuran Lava Pijar Sembilan Kali Dalam Kurun Waktu 6 Jam Terakhir
Hari Susmayanti June 19, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktifitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam kurun waktu enam jam terakhir.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh BPPTKG mulai pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sebanyak 9 kali ke arah Kali Krasak sejauh 1700 meter. 

"Teramati 9 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis oleh magma.esdm.go.id.

Dalam periode yang sama, tercatat ada 19 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-28 mm dan lama gempa 37.93-168.28 detik.

Kemudian 19 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-43 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 16.18-62.86 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 25 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 51.5 detik.

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas.

Asap kawah nihil. Cuaca cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 17-19.2°C. Kelembaban 86.7-87 persen. Tekanan udara 874.4-917.8 mmHg.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah DIY Jumat 19 Juni 2026 : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III atau siaga.

Berikut rekomendasi BPPTKG Yogyakarta terkait dengan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

2. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

3. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Berdasarkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BPPTKG meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.