TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melakukan audiensi dengan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Audiensi tersebut digelar dalam rangka peningkatan capaian nilai Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2026.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 201 Kurikulum Merdeka, Materi Akidah dan Keimanan
Baca juga: Bupati Arsal Aras Presentasikan Blueprint Manajemen Talenta ASN di BKN RI
"Kami hadir untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan pusat terkait strategi peningkatan IID," ungkapnya.
Menurutnya, ini penting karena indeks inovasi menjadi salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah daerah sekaligus tolok ukur kemajuan daerah dalam berinovasi.
Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan langkah konkret Pemkab Mateng mengejar target perbaikan nilai IID selama ini terus diupayakan.
Pihaknya ingin mendapatkan arahan langsung dari Kemendagri mengenai kebijakan, program, serta pendekatan inovatif dapat diimplementasikan di daerah.
Litha juga memaparkan sejumlah program unggulan dan terobosan yang telah dan akan dijalankan.
Dirinya ingin memastikan bahwa inovasi dibangun tidak hanya bernilai tambah bagi daerah, tetapi juga sesuai dengan standar dan kriteria penilaian dari pusat.
Dengan adanya audiensi ini, Litha Febriani berharap Kabupaten Mamuju Tengah dapat mencatatkan peningkatan signifikan pada penilaian IID tahun 2026.
Sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai wilayah dinamis dan responsif terhadap perubahan melalui inovasi-inovasi pemerintahan.
"Kami optimistis, dengan dukungan dan arahan dari Kemendagri, target peningkatan IID bisa tercapai," ujarnya dengan nada optimis.
"Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik," pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah