Dietmar Hamann Secara Mengejutkan Mengklaim 'Belum Terbukti' Kemampuan Harry Kane Tampil di Turnamen Besar Setelah Brace-nya dalam Kemenangan Inggris atas Kroasia di Piala Dunia
Hendra Wijaya June 19, 2026 11:57 AM

Mantan gelandang Liverpool dan Jerman, Dietmar Hamann, memicu kontroversi dengan pernyataannya bahwa "belum terbukti" kemampuan Harry Kane untuk tampil gemilang di pertandingan-pertandingan penting dalam turnamen besar. Meskipun kapten tim nasional Inggris itu mencetak dua gol dalam kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia, Hamann tetap ragu terhadap kapasitas Kane ketika menghadapi lawan-lawan papan atas.

Hamann meragukan dampak Kane melawan tim elit dunia

Hamann memberikan penilaian tajam terhadap reputasi internasional sang penyerang setelah pertandingan pembuka Grup L di Amerika Utara. Pengamat asal Jerman tersebut berpendapat bahwa pemain berusia 32 tahun itu masih perlu membuktikan dirinya mampu tampil menentukan ketika menghadapi tim-tim terbaik dunia di babak gugur.

Berbicara kepada RTE Sport, mantan gelandang itu tidak menahan kritiknya terhadap keterbatasan Kane, dengan mengatakan: "Saya pikir dia sudah mencetak delapan gol di babak penyisihan grup – dua melawan Tunisia, tiga melawan Panama, dan satu penalti melawan Kolombia. Dia adalah kapten, dan dia ada di sana untuk mencetak gol di pertandingan sistem gugur. Belum terbukti. Saya ingin melihatnya melakukannya melawan Prancis dan Brasil. Apakah dia mampu melakukannya, kita belum tahu."

Kurangnya kecepatan menjadi kekhawatiran bagi The Three Lions

Di luar statistik, Hamann juga menyoroti kekhawatiran mengenai kesesuaian taktik Kane pada tahap akhir kompetisi, di mana pertandingan sering ditentukan melalui serangan balik cepat. Ia menilai bahwa kurangnya kecepatan bisa menjadi kelemahan ketika tim asuhan Thomas Tuchel harus berhadapan dengan favorit juara di babak gugur, meskipun kemampuan penyelesaian akhir Kane sangat tajam.

Hamann menjelaskan lebih lanjut: "Dia mencetak banyak gol, tetapi di Munich setiap penyerang tengah pasti mencetak gol. Tidak masalah apakah dia mencetak 25 atau 35; mereka tetap akan memenangkan liga. Saya pikir ada beberapa penyerang tengah di turnamen ini yang lebih saya pilih daripada dia. Dalam sepak bola turnamen, kamu bisa mencetak gol dari serangan balik, tapi dia tidak akan melakukannya. Pada suatu tahap di turnamen, kamu membutuhkan kecepatan, dan dia tidak memilikinya. Penyelesaiannya mungkin yang terbaik di dunia, tetapi apakah dia bisa mendapatkan peluang seperti itu melawan Jerman, Brasil, dan Prancis? Saya tidak terlalu yakin."

Mengukir sejarah baru di Dallas

Penampilan klinis sang kapten Inggris di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya, ketika tim asuhan Thomas Tuchel tampil terlalu kuat bagi Kroasia di babak kedua. Penyerang veteran itu mencetak gol pertama dari titik penalti setelah gagal di percobaan awal, kemudian menambah keunggulan lewat sundulan keras, membuka jalan bagi Jude Bellingham dan Marcus Rashford untuk memastikan tiga poin penuh.

Brace penting tersebut membuat Kane mencetak gol kesembilan dan kesepuluhnya di Piala Dunia, menyamai rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh mantan penyerang Barcelona dan Tottenham Hotspur, Gary Lineker. Selain itu, dua gol tersebut langsung menempatkannya sejajar dengan pesaing utama seperti Kylian Mbappé dan Erling Haaland dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 setelah laga pembuka mereka masing-masing, hanya tertinggal dari Lionel Messi yang mencetak hat-trick melawan Aljazair.

Pidato Thomas Tuchel di jeda babak memicu kebangkitan di babak kedua

Kemenangan itu juga memperlihatkan dampak langsung dari pendekatan taktis pelatih baru, setelah Inggris dua kali kehilangan keunggulan pada babak pertama akibat gol-gol dari Martin Baturina dan Petar Musa. Thomas Tuchel berhasil membangkitkan semangat tim di ruang ganti, menghasilkan penampilan yang jauh lebih dominan di paruh kedua.

Kane mengungkapkan bagaimana instruksi taktis dari pelatih asal Jerman itu mengubah pola pikir para pemain sebelum memastikan kemenangan. "Dia hanya mengatakan kepada kami untuk bermain lepas. Untuk tenang. Seperti, apa yang kita takutkan? Ayo mainkan saja," ujar sang kapten. "Dia juga mengatakan, apa hal terburuk yang bisa terjadi? Mari tunjukkan kepada dunia siapa kita sebenarnya."

Respons Kane terhadap persaingan ketat perebutan Sepatu Emas

Kane menekankan pentingnya memulai dengan cepat di Amerika Utara setelah persiapan panjang menuju turnamen ini. Penyerang tersebut merasa kehadiran para penyerang kelas dunia lainnya justru memotivasinya untuk tampil lebih baik di panggung global.

Berbicara kepada media setelah pertandingan di Dallas, Kane menegaskan keinginannya untuk segera menemukan ritme permainan. "Sebagai penyerang, saya hanya ingin mencetak gol secepat mungkin," kata Kane. "Saya pikir persaingan itu membantu saya untuk terus meningkatkan level permainan. Itulah esensi Piala Dunia – tempat para pemain terbaik menunjukkan kemampuan di level tertinggi."

Sejauh mana Inggris akan melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.