Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyoroti dualisme yang terjadi di Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Menurutnya, harus ada musyawarah yang harus dilakukan agar menemui kesepakatan.
Kadin Kota Bogor sendiri saat ini resmi dipimpin oleh Arwinsyah Putra.
Ia memimpin Kadin Kota Bogor periode 2026-2030 dan diumumkan secara langsung saat Mukota Kadin pada hari kemarin, Kamis (18/6/2026).
Sebelum diselenggarakan Mukota, Kadin Kota Bogor sendiri sudah mempunyai Ketua yakni Maryati Dona Hasanah.
Ia menjabat sebagai Ketua Kadin Kota Bogor masa bakti 2025-2030 yang telah terpilih melalui Musyawarah Kota Kadin Kota Bogor ke-VIII pada 13 Januari 2025.
Ia juga mengklaim telah memperoleh pengesahan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin yang berlaku.
"Dari kita sendiri sebetulnya keinginannya satu, memang harus ditempuh apa pun caranya. Nomor satu, prioritasnya adalah musyawarah mufakat," kata Dedie Rachim.
Dedie Rachim melanjutkan, semua yang terlibat harus masing-masing membuka diri.
"Harus ada masing-masing membuka diri, membuka hati, ya. Punya apa kelegowoan, punya tepo seliro, punya nilai-nilai justru akan menguatkan organisasi menjadi Kadin yang satu. Perlu pengorbanan-pengorbanan," ujarnya.
Dedie Rachim meyakini tokoh-tokoh penting di Kadin mampu menyelesaikan permasalahan dualisme yang terjadi saat ini.
"Dan saya yakin beliau-beliau ini mampu nanti mengkonsolidasikan supaya tambah solid lagi, insyaallah," ucapnya.
Ia pun siap jika diminta untuk memfasilitasi agar dualisme ini selesai.
"Kalau perlu, nanti saya diminta memfasilitasi, saya siap. Yang penting solid untuk ke garis ini. Ya," tandasnya.