Munafri Kukuhkan 1.005 Agen Perisai, Perluas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan hingga RT/RW
Sakinah Sudin June 19, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar melaunching dan mengukuhkan 1.005 Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) di pelataran Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (19/6/2026).

Turut hadir Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan jajaran pimpinan daerah Kota Makassar.

Sebanyak 1.005 agen tersebut tersebar di seluruh RW di Kota Makassa

‎Agen Perisai ini bertugas mendata dan mendaftarkan pekerja bukan penerima upah yang mampu dan mandiri.

‎Sejak pagi, personel Agen Perisai berdatangan dan memadati pelataran Karebosi, Makassar.

‎Mereka kompak mengenakan kaos putih bertuliskan Agen Perisai di bagian depan dan belakang.

Munafri Arifuddin mengatakan, program ini merupakan lanjutan dari program Makassar Berbagi Jaminan Sosial (Berjasa).

‎Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mendaftarkan dan melindungi 81.466 pekerja rentan melalui program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang dibiayai APBD Makassar 2026.

‎Selain itu, Pemkot Makassar juga memberikan jaminan hari tua kepada 45.000 pekerja rentan, pekerja keagamaan, dan UMKM. Kebijakan tersebut menjadi yang pertama di Indonesia.

‎Tak berhenti di situ, pemerintah kota terus memikirkan perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh warga Makassar.

‎Hasil diskusi dan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan kemudian melahirkan program jaminan sosial untuk pekerja mandiri dan masyarakat yang mampu namun belum ter-cover jaminan sosial ketenagakerjaan.

‎"Ini harus kita maksimalkan yang mandiri juga. Banyak di antara saudara-saudara kita yang mau ikut ini, tahu apa gunanya tapi tidak tahu bagaimana caranya," jelasnya.

‎Karena itu dibentuklah sistem keagenan. 

‎Menurut Munafri, yang paling memahami kondisi masyarakat dan mengetahui siapa yang mampu mengikuti program secara mandiri adalah RT dan RW.

‎Makanya, di tingkat RT/RW dibentuk keagenan.

Dan mereka yang menjadi Agen Perisai mayoritas merupakan ketua RT dan RW. 

‎Munafri berharap para agen mampu memetakan warga di wilayahnya yang dapat menjadi peserta secara mandiri.

‎"Jadi Bapak RT/RW atau agen Perisai yang ada hari ini harus betul-betul mampu memotret siapa-siapa di masyarakatnya yang bisa ikut secara mandiri," ucapnya.

‎Ia berharap kehadiran program tersebut dapat memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus memastikan kehadiran pemerintah memberikan perlindungan di tengah masyarakat.

‎"Mudah-mudahan dengan kehadiran ini, pemerintah melalui jaminan-jaminan sosial ketenagakerjaan memastikan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat untuk membantu dalam persoalan mendapatkan pendapatan dan jaminan sosial," tutupnya.

 Agen Perisai Bakal Dicontoh Nasional

‎Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, pola pembentukan Agen Perisai hingga tingkat RT dan RW di Makassar menjadi model yang akan dicontoh secara nasional.

‎Menurutnya, keagenan tersebut tidak hanya berfungsi mengakuisisi atau mengajak peserta baru, tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan kepesertaan. 

‎Sebab, agen dinilai paling memahami kondisi masyarakat dan dapat mengingatkan peserta ketika sudah waktunya membayar iuran kembali.

‎Saiful juga berharap para agen menjadi ujung tombak dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait program BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memberikan pelayanan awal kepada warga.

‎"Jadi tidak harus semuanya datang ke kantor kami. Misalkan menanyakan saldo JHT atau menanyakan informasi-informasi umum, bisa dilakukan oleh para agen Perisai ini," katanya.

‎Ia berharap program yang diluncurkan Pemerintah Kota Makassar dapat memberikan manfaat luas bagi pekerja dan keluarganya.

‎"Harapan kami mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini mendapat rida dari Allah SWT dan apa yang sudah diprogramkan oleh Pak Wali Kota benar-benar menjadikan Kota Makassar menjadi kota yang menyejahterakan seluruh pekerja dan keluarganya," ujar Saiful Hidayat.

‎Di akhir sambutannya, Saiful menitipkan pesan kepada seluruh Agen Perisai untuk menjaga kepercayaan peserta, menjaga integritas, serta memastikan validitas data dalam proses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

‎"InsyaAllah apa yang kita lakukan ini tercatat sebagai amal ibadah dan diridai Allah SWT," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.