TRIBUNMANADO.CO.ID - Pimpinan DPRD Sulawesi Utara angkat bicara terkait demo mahasiswa di gedung rakyat yang berakhir ricuh, Rabu 17 Juni sore.
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter mengungkapkan keprihatinannya.
"Kami menyayangkan aksi adik-adik mahasiswa berujung anarkis, merusak fasilitas kantor," ujar Anter, Kamis 18 Juni.
Politisi Demokrat ini mengungkapkan, pihak DPRD sejak awal sudah siap menyambut dan mendengarkan aspirasi pendemo.
Baca juga: Pimpinan DPRD Sulut Sayangkan Demo Berujung Perusakan Pagar Kantor Dewan
Saat massa tiba, Anter bersama Jeane Laluyan (PDIP), Hillary Tuwo (PSI) serta Plt Sekwan, W. Niklas Silangen telah siap menerima aspirasi.
"Kami membuka ruang berdialog, menerima teman-teman mahasiswa dan mendengarkan apa tuntutan mereka kepada DPRD. Sayang penyampaian aspirasi dilakukan tidak tertib," ujar politisi asal Kota Manado ini.
Lebih jauh Royke Anter menjelaskan kenapa massa aksi tidak diterima di dalam gedung sehingga berujung pada aksi dorong dan perusakan pagar.
Katanya, memang keinginan pendemo diterima di dalam kantor DPRD tapi sesuai SOP, pihaknya berkoordinasi dengan pihak keamanan agar aspirasi diterima di halaman, tepatnya di depan pintu.
"Karena sudah pernah terjadi tahun kemarin, ketika diterima di dalam, terjadi aksi-aksi yang tidak tertib. Berangkat dari pengalaman itu, kami tidak menerima di dalam ruangan,” ujar Anter.
DPRD Sulawesi Utara menegaskan lembaga legislatif itu selalu terbuka dengan aspirasi masyarakat.
Pihaknya berharap kelompok mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi secara elegan tanpa harus melakukan aksi anarkisme.
Aspirasi dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. ”Kalau ada aspirasi, silahkan menyurat ke lembaga DPRD. Perwakilan mahasiswa akan diterima di dalam kantor DPRD," katanya.
"Setiap aspirasi pasti ditindaklanjuti sepanjang itu menjadi kewenangan DPRD Sulawesi Utara," katanya lagi. (ndo)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini