MANADO – Tim Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Manado berkolaborasi dengan dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kegiatan ini bertema Gerakan Sekolah Peduli Remaja Sehat melalui Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan Sekolah (KKS) di SMP Negeri 11 Manado.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMP Negeri 11 Manado ini berlangsung secara bertahap yang diawali dengan sosialisasi tanggal 2 Juni 2026 hingga Penutupan Kegiatan tanggal 18 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan sekolah sebagai upaya mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi remaja.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala SMP Negeri 11 Manado, Ford Kawatu, S.Pd., dan diikuti oleh 10 KKS.
Pelatihan dilaksanakan pada pukul 08.00–13.00 WITA dengan narasumber dari tim dosen, yakni
Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut, meliputi
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti pelatihan baik aktif berdiskusi maupun mengikuti praktik yang diberikan oleh narasumber.
Ford Kawatu, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung pengembangan kompetensi siswa.
"Kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi sekolah. Kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan kemampuan siswa, baik di bidang akademik maupun non akademik. Kami berharap para kader kesehatan sekolah dapat menjadi penggerak berbagai program yang mendukung terwujudnya sekolah yang sehat, bersih, dan nyaman," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Manado, Jumat (19/6/2026).
Ketua Tim PkM, Risna Ayu Ramadani, menjelaskan bahwa siswa SMP berada pada fase transisi yang strategis dalam pembentukan perilaku hidup sehat.
"Siswa SMP merupakan kelompok remaja yang sedang berada pada masa peralihan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi agent of change perilaku kesehatan. Melalui peningkatan kompetensi sebagai Kader Kesehatan Sekolah, mereka diharapkan mampu menjangkau teman sebaya dan menjadi sumber informasi kesehatan di lingkungan sekolah," jelasnya.
Efektivitas pelatihan terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta hingga ≥ 80 persen setelah mengikuti seluruh sesi kegiatan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Harapannya, program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja dan mewujudkan sekolah sehat di Kota Manado. (ord)