TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Perhelatan akbar tahunan yang paling dinanti-nantikan masyarakat Sumatera Barat, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, dipastikan siap digelar dengan rangkaian prosesi yang sarat akan nilai tradisi dan kebudayaan Islam.
Ajang budaya yang masuk dalam kalender wisata unggulan ini akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan, dimulai pada pertengahan Juni hingga akhir Juni 2026 mendatang.
Rangkaian acara tahun ini dikemas secara apik dengan memadukan ritual sakral keagamaan, pelestarian budaya lokal, hingga hiburan rakyat.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pariaman, Ferialdi Syarief, saat dihubungi Jumat (19/6/2026) membenarkan perihal jadwal resmi dan seluruh rangkaian susunan acara perhelatan akbar tersebut.
Baca juga: Pedagang Kecil Sumringah, CFN Simpang Tabuik Diharapkan Jadi Agenda Unggulan Pemko Pariaman
Pihaknya menyatakan bahwa persiapan terus dimatangkan demi menyambut kedatangan para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rangkaian upacara adat khas Pariaman ini akan resmi dibuka pada hari Selasa, 16 Juni 2026, yang juga bertepatan dengan momentum sakral pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah. Acara di hari pertama akan diawali dengan Tabligh Akbar yang dipusatkan di Halaman Balai Kota dari pagi hari hingga menjelang siang.
Memasuki sore hari di tanggal yang sama, dua kubu yang menjadi pilar utama tradisi ini, yakni Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa, akan melaksanakan prosesi awal yang sangat krusial, yaitu Maambiak Tanah. Prosesi sakral ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB di kawasan Jembatan Pauah, disusul kegiatan lanjutan di Alai Galombang hingga malam hari.
Setelah pengambilan tanah selesai, tahapan berikutnya adalah proses pembuatan atau pengerjaan komponen-komponen Tabuik itu sendiri. Berdasarkan jadwal, pengerjaan fisik Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang akan memakan waktu selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Rabu, 17 Juni hingga Jumat, 19 Juni 2026.
Baca juga: Harimau Tak Lagi Terlihat, Warga Koto Rantang Agam Kembali Beraktivitas Normal
Aktivitas pembuatan komponen ini dipusatkan langsung di markas masing-masing, yaitu di Rumah Tabuik Pasa dan Rumah Tabuik Subarang, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya. Warga dan pengunjung bisa menyaksikan langsung keahlian para pengrajin lokal dalam menyusun rangka serta hiasan Tabuik yang megah.
Prosesi adat berikutnya yang tidak kalah menegangkan sekaligus dinanti adalah Manabang Batang Pisang. Ritual menebang batang pisang ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore, 20 Juni 2026, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Menariknya, prosesi ini akan memicu momen Basalisiah atau pertemuan bersitegang yang penuh estetika teatrikal antara rombongan Rumah Tabuik Subarang dan Rumah Tabuik Pasa. Titik pertemuan kedua kubu ini direncanakan berada di kawasan Simpang Kampung Cino.
Memasuki hari Minggu, 21 Juni 2026, atmosfer acara akan sedikit beralih ke kegiatan olahraga dan hiburan dengan diadakannya agenda Gowes KOSSPA di Desa Kampung Baru pada pagi hari. Meski demikian, aktivitas merakit komponen Tabuik tetap berlanjut di masing-masing rumah adat dari pagi hingga malam hari.
Baca juga: Usai Ditangkap di Jakarta, Anggota DPRD Sumbar BSN Bakal Ditahan di Rutan Padang
Pada sore harinya di hari Minggu tersebut, masyarakat juga bisa menyaksikan ritual Maradai, sebuah prosesi berjalan keliling yang dilakukan oleh perwakilan Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB dengan titik awal di Rumah Tabuik Tuo Pasa dan Rumah Tabuik Tuo Subarang.
Berlanjut ke awal pekan, Senin, 22 Juni 2026, prosesi akan diisi dengan ritual Turun Panja pada pagi hari. Selanjutnya, pada siang hari pukul 13.00 WIB, suasana khidmat akan menyelimuti Daraga Tabuik Pasa dan Daraga Tabuik Subarang saat prosesi Maatam dilaksanakan sebagai simbol duka cita.
Malam harinya, kemeriahan kembali meningkat lewat prosesi Maarak Jari-Jari. Kedua belah pihak akan mengarak replika jari-jari dengan rute dari rumah tuo masing-masing dan kembali akan bertemu dalam momen Basalisiah di Simpang Kampung Cino pada pukul 18.45 hingga 22.00 WIB.
Keesokan harinya, Selasa, 23 Juni 2026, pada jam yang sama di malam hari, warga akan dihibur dengan prosesi Maarak Saroban. Rombongan dari Rumah Tabuik Pasa dan Rumah Tabuik Subarang akan mengarak sorban melewati jalur utama dan kembali berselisih di kawasan Simpang Kampung Cino.
Rabu, 24 Juni 2026 menjadi hari terakhir bagi para panitia dan pengrajin untuk menuntaskan seluruh proses pembuatan fisik Tabuik secara utuh. Aktivitas pematangan ini dilakukan secara penuh sejak pukul 09.00 WIB pagi hingga pukul 23.00 WIB malam di masing-masing Rumah Tabuik.
Mulai Kamis, 25 Juni 2026, pusat keramaian dan panggung utama akan dialihkan sepenuhnya ke kawasan pesisir pantai, tepatnya di Muaro Gandoriah.
Berbagai stan pameran atau booth mulai dibuka, dibarengi dengan peluncuran Objek Permainan Rakyat (OPERA) serta persiapan Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman yang puncaknya digelar malam hari dimeriahkan penampilan band lokal provinsi.
Baca juga: Brand Indonesia Naik Kelas, halocoko Bawa Cita Rasa Indonesia ke FIFA World Cup 2026
Kemeriahan di Muaro Gandoriah akan semakin padat pada Jumat, 26 Juni 2026 dengan adanya Senam Bersama Pemko Pariaman, cek kesehatan gratis, donor darah, hingga Festival Sambareh yang menyajikan kuliner tradisional.
Tidak ketinggalan, malam harinya pengunjung akan disuguhkan berbagai hiburan mulai dari pemutaran film, pertunjukan Kuda Lumping, kesenian Randai, hingga musik tekno.
Pada Sabtu, 27 Juni 2026, keseruan masih berlanjut di Muaro Gandoriah dengan agenda Zumba, lokakarya, talkshow, serta pertunjukan band lokal. Agenda yang paling ditunggu pada malam minggu ini adalah pagelaran busana bertajuk Tabuik Culture Fashion Festival yang ditutup dengan penampilan megah dari artis nasional.
Akhirnya, hari puncak yang dinanti-nanti jatuh pada hari Minggu, 28 Juni 2026 atau bertepatan dengan 13 Muharram 1448 H.
Sejak subuh, pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, prosesi Tabuik Naiak Pangkek akan dilaksanakan di Simpang 4 Pasar dan Simpang Kampung Cino, di mana bagian-bagian besar Tabuik akan disatukan menjadi menara utuh setinggi belasan meter.
Setelah menara Tabuik berdiri kokoh, ribuan masyarakat akan tumpah ruah ke jalan untuk mengikuti prosesi Hoyak Tabuik yang berlangsung hingga siang hari.
Baca juga: 300 Hektare Hutan Sumbar Rusak, Dinas Kehutanan: Pemulihan Akibat Longsor Butuh Waktu
Menjelang sore, arakan raksasa dari Simpang 4 Pasar ini bergerak perlahan menuju Panggung Utama di Muaro Gandoriah demi menyambut puncak seremonial.
Acara seremonial puncak ini dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB dengan penyambutan tamu VIP menggunakan Tari Galombang, dilanjutkan dengan rentetan sambutan mulai dari Walikota Pariaman, Gubernur Sumatera Barat, hingga Menteri Pariwisata RI.
Tepat sebelum matahari terbenam, antara pukul 17.10 hingga 18.00 WIB, atraksi seni budaya akan ditutup dengan prosesi paling dramatis, yaitu Tabuik Dihoyak bersama-sama lalu diarak ke bibir pantai untuk kemudian Dibuang ke Laut sebagai tanda berakhirnya festival budaya akbar tahun ini.(*)