Dugaan Perundungan di SMAN 2 Bantul Yogyakarta, Sekolah Minta Guru Tak Terpancing, Belum Ada Laporan
ninda iswara June 19, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Viral dugaan aksi perundungan di lingkungan SMAN 2 Bantul, Yogyakarta.

Dugaan aksi bullying ini awalnya viral di sebuah akun Threads.

Pengunggah narasi mengaku ada alumni SMAN 2 Bantul angkatan 2025 diduga menjadi korban perundungan oleh pelajar.

Si pemilik akun juga meminta korban lain untuk speak up.

"Terkait kasus adek kita alumni tahun 2025 SMA 2 Bantul yang terkena perundungan oleh pihak para pengajarnya. Aku minta untuk korban lainnya speak up juga. Karena sudah ada dua korban yang hubungi aku tentang buruknya para pengajar di sana," tulis akun Threads tersebut.

Unggahan si pemilik akun pun ramai dikomentari.

Mengenai kebenaran isu perundungan, pihak SMAN 2 Bantul Yogyakarta klarifikasi.

Pihak sekolah saat ini masih menelusuri identitas pemilik akun Threads tersebut.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Bantul, Suwondo, mengaku baru tahu dugaan perundungan dari utas yang viral di Threads.

"Kami juga belum tahu apakah itu benar-benar dari alumni atau bukan. Kan belum tahu. Jadi, sampai sekarang, kami masih mencoba mendalami sumbernya dari siapa," kata Suwondo dikutip dari Tribun Jogja.

Baca juga: Intel Kepergok, Diamankan Mahasiswa UMY, Polda Yogyakarta Klarifikasi, JPW: Memalukan Institusi

Ilustrasi perundungan (Freepik)

 

Belum Ada Laporan Resmi

Pihak sekolah menyatakan hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan perundungan yang dilakukan oleh pengajar.

Kepala sekolah, Suwondo, mengatakan baik alumni maupun siswa aktif belum pernah menyampaikan aduan mengenai kasus tersebut.

Kondisi itu membuat sekolah belum dapat menarik kesimpulan atas berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, setiap informasi yang muncul tetap perlu dibuktikan melalui laporan dan keterangan dari pihak yang merasa dirugikan.

Karena itu, sekolah membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pengaduan secara langsung.

Apabila terdapat alumni atau siswa yang merasa menjadi korban, pihak sekolah siap memproses laporan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Jadi, kami mengundang kalau seandainya memang ada alumni yang hadir (menyampaikan kasus dugaan perundungan pengajar). Kami siap hadir untuk itu (menindaklanjuti). Kami siap memberikan mediasi," ujar Suwondo.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan yang masuk terkait dugaan perundungan oleh tenaga pengajar.

Sekolah juga belum menemukan bukti maupun pengaduan resmi yang mengarah pada kasus tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada alumni SMA Negeri 2 Bantul yang melapor menjadi korban perundungan pengajar di SMA Negeri 2 Bantul," katanya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi sekolah yang masih menunggu laporan dari pihak yang merasa mengalami peristiwa tersebut.

Tak hanya dari alumni, hingga kini siswa yang masih aktif bersekolah di SMA Negeri 2 Bantul juga belum menyampaikan aduan serupa kepada pihak sekolah.

Baca juga: Tragis yang Dialami Siswi SD Korban Bully, dari Diludahi, Ditabrak Sepeda hingga Kini Trauma Hebat

KORBAN BULLY - Ilustrasi  bully
KORBAN BULLY - Ilustrasi bully (Istimewa)

Minta Guru Tak Terpancing karena Pemilik Akun Threads Masih Dicari

Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, pihak sekolah mengimbau para guru untuk tidak terburu-buru merespons informasi yang belum terverifikasi.

Sikap tenang dinilai penting sambil menunggu hasil penelusuran resmi dari pihak sekolah.

Suwondo menegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik diminta untuk tetap bersikap hati-hati dalam menyikapi isu yang beredar.

“Saya pikir, kita tidak perlu meng-counter di media sosial itu karena memang dari akunnya saja sudah tidak bertanggung jawab. Kecuali, kalau hadir di SMA Negeri 2 Bantul pasti akan kami tanggapi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMA Negeri 2 Bantul, Husna Nisrina, menyampaikan bahwa pihak sekolah saat ini masih melakukan tabayun atau klarifikasi terhadap informasi yang beredar.

Menurutnya, kehati-hatian sangat diperlukan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah.

“Karena dari yang viral di Threads itu kan juga sepertinya bukan nama asli. Jadi, kami masih proses mendalami. Takutnya (nanti melanggar asas) praduga tak bersalah, istilahnya seperti itu,” kata Husna.

Ia juga menambahkan bahwa proses penelusuran internal masih terus dilakukan oleh pihak sekolah.

Hasil dari proses tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan.

“Kami masih proses mendalami,” ujarnya.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.