AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga dirasakan para riders (Pengendara) yang hobi bepergian jarak jauh (Touring).
Biaya perjalanan disebut membengkak hingga dua kali lipat.
Murti Putra Melayu, seorang riders anggota komunitas Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) Ambon Chapter itu mengungkapkan kondisi itu.
"Kenaikan BBM tentu berdampak secara umum kepada masyarakat. Bagi kami selaku komunitas motor, apalagi yang hobi touring, juga sangat berpengaruh," katanya.
Meski begitu, baginya kenaikan harga BBM tidak membuat komunitasnya mengurangi semangat ataupun intensitas touring.
Hanya saja, anggaran perjalanan yang harus disiapkan lebih besar dari sebelumnya.
"Misalnya untuk touring biasanya kami siapkan budget Rp1 juta. Setelah kenaikan ini kami harus siapkan sampai dua kali lipat," ungkapnya.
Baca juga: Jembatan Aringin Rusak Parah, Akses Warga Basarin-Amarwatu di Gorom Timur Terancam Putus
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Bersama Instansi Lintas Sektoral Pantau Penyaluran BBM Subsidi di Ambon
Menurut Murti, konsekuensi terbesar bukan hanya besarnya biaya, tetapi juga waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dana perjalanan menjadi lebih lama.
"Nah, untuk mengumpulkan budget sebesar itu tentu membutuhkan waktu yang lebih lama," katanya.
Ia menilai dampak kenaikan harga BBM akan berbeda bagi setiap orang.
Bagi penghobi touring yang memiliki kemampuan finansial lebih, kenaikan harga mungkin tidak terlalu menjadi persoalan.
Namun bagi rider dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri.
"Kalau bagi petouring yang memiliki banyak uang tentu biasa saja dengan kenaikan ini. Beda lagi dengan kelas ekonomi menengah ke bawah, tentu kesulitan," tuturnya.
Diketahui, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sejak 10 Juni 2026.
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter atau meningkat sekitar 32 persen.
Kebijakan tersebut membuat biaya operasional kendaraan ikut meningkat, terutama bagi pengguna yang rutin melakukan perjalanan jarak jauh.
Bagi komunitas touring seperti YNCI Ambon Chapter, kenaikan harga Pertamax memang tidak menghentikan hobi menjelajah Nusantara.
Namun, setiap perjalanan kini harus direncanakan lebih matang dengan anggaran yang jauh lebih besar agar impian menaklukkan ribuan kilometer tetap dapat terwujud.(*)