Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Akibat kendala tersebut, empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Boyolali, M Syawaludin, mengungkapkan bahwa dari total 27 SPPG yang saat ini tidak beroperasi, empat di antaranya terkendala masalah IPAL.
"Yang disetop operasionalnya sejumlah 23 SPPG. Kemudian yang dihentikan operasionalnya karena masalah IPAL itu ada empat SPPG," katanya, Kamis (18/6/2026).
Keberadaan IPAL menjadi bagian penting dalam operasional dapur MBG karena berkaitan dengan pengelolaan limbah yang dihasilkan selama proses penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.
Selain persoalan IPAL, mayoritas penghentian operasional SPPG di Boyolali disebabkan belum cairnya dana top-up dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebanyak 23 SPPG menghentikan kegiatan pelayanan karena tidak dapat menjalankan operasional secara normal.
"Yang 23 itu menyangkut proses pencairan top-up dananya yang tidak dilakukan oleh BGN. Artinya belum cair, makanya dia setop," jelas Syawaludin.
Menurut dia, keputusan terkait pencairan dana tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan BGN karena berkaitan dengan aspek pengelolaan keuangan program.
"Pertimbangan-pertimbangan lainnya tentu yang tahu adalah BGN, karena top-up tersebut menyangkut keuangan," imbuhnya.
Baca juga: Puluhan SPPG Berhenti Beroperasi, Layanan Makan Bergizi Gratis di Boyolali Berpotensi Terganggu
Pemerintah Kabupaten Boyolali saat ini juga tengah mempersiapkan penguatan peran Satgas MBG seiring mulai berlangsungnya proses alih tugas dari pemerintah pusat ke daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta memperbaiki tata kelola SPPG, termasuk menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.
"Saat ini memang perlu rapat segera untuk mengetahui apakah sudah ada kebijakan-kebijakan baru terkait proses evaluasi sampai dengan penyempurnaan tata kelola SPPG," tandasnya.
Saat ini Boyolali memiliki 121 SPPG yang telah beroperasi, 19 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 54 unit masih dalam proses pembangunan untuk mendukung layanan MBG bagi sekitar 284.117 penerima manfaat.
(*)