MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Ketua DPRD Maluku Tengah, Hery Men Carl Haurissa langsung kesal melihat banyak kursi kosong saat rapat Rapat Paripurna DPRD Maluku Tengah dalam rangka Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Maluku Tengah tahun 2026, Kamis (18/6/2026).
Dari 40 Anggota Parlemen, hanya 18 anggota yang menampakan batang hidungnya di Ruangan Rapat Paripurna Kantor DPRD Maluku Tengah yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi.
Kesal, politisi Gerindra itu tegas meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Maluku Tengah mencatat nama-nama anggota yang malas berkantor, bila perlu dipublikasikan agar diketahui dunia siapa yang makan gaji buta.
"Pak Ketua BK catat saja nama-nama yang malas masuk, dan publikasikan saja supaya dunia ini tahu siapa yang malas. Siapa yang makan gaji buta," cecar Hery Men Carl Haurissa.
Permintaan itu ia ulangi sekitar tiga kali di sela-sela merespon interupsi dari para anggota.
Baca juga: Pecinta Touring Ikut Terdampak Kenaikan BBM , Budget Perjalanan Disebut Bisa Naik 2x Lipat
Baca juga: Ketua Komisi IV Semprot DPRD Malteng, Jangan Mandul dalam Pembentukan Perda
Ia mencecar para anggota DPRD yang menerima gaji puluhan juta per bulan namun tidak disiplin berkantor.
Bahkan ketika Paripuna para anggota dinilai unjuk gigi dengan berbicara layaknya Tuhan Allah dan Nabi Muhammad namun tidak sinkron dengan sikap mereka dalam menjalankan tugas.
"Teman-teman digaji puluhan juta setiap Paripurna tidak pernah lengkap. tidak pernah 40 orang ini. Nanti di Paripurna semua orang ngotot bicara kaya Tuang Allah, bicara kaya Nabi Muhammad. Tapi kelakuan tidak pernah juga tuntas dan baik untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai Anggota DRPD," beber Ketua DPRD Maluku Tengah itu.
Haurissa membandingkan dengan dirinya yang selalu rutin masuk kantor setiap hari, tiba pagi dan pulang sore. Kecuali saat sakit atau meninggal.
"Saya tiap hari di kantor, jam 08.00 WIT saya masuk jam 17.00 WIT saya pulang. Saya, pak Arman, dan Pak Etla. Kecuali saya sakit atau mati. Tapi sepanjang hidup saya di kantor," tukas Haurissa.
Ia meminta awak media untuk banyak mempublikasikan fenomena malasnya anggota DPRD dalam berkantor, dengan dalih agar kerja-kerja parlemen lebih tertib.
"Hari ini saya minta teman-teman wartwan tolong publikasikan banyak-banyak, dari Fraksi mana, Anggota DPRD mana yang malas-malasan. Supaya kita juga tertib lagi, kita punya kerja di kantor ini. Mohon maaf teman-teman saya harus bicarakan seperti ini," imbuh Wakil Rakyat itu.
Haurissa menegaskannya bahwa DPRD dibayar oleh negara dengan gaji fantastis puluhan juta. Sementara pegawai negeri digaji lebih kecil namun rutin bekerja di kantor dari pagi hingga petang.
"Karena kita dibayar oleh negara, pegawai negeri saja yang gaji Rp 2 juta tapi mereka kerja dari jam 07.00 WIT pagi sampai jam pulang sore. Kita dibayar puluhan juta tidak berkantor," tegasnya.
Ia pun berdoa dan berharap agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan Rahmat yang melimpah kepada para Anggota yang malas berkantor.
"Semoga ALLAH SWT Tuhan Yang Maha Kuasa memberi Rahmat yang berlimpah-limpa kepada saudara-saudara yang malas-malas," tandas Politisi itu. (*)