Sambut Bulan Suro, Bupati Hamenang Ikut Sebaran Apem Bersama Warga Juwiring Klaten
Rifatun Nadhiroh June 19, 2026 03:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengikuti tradisi sebaran apem dalam rangka tradisi Sambut Suro di kompleks makam Trah Nyai Setrodiprajan, Bangsal Padokan, Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Kamis (18/6/2026).

Tradisi ini digelar pada malam Jumat pertama memasuki bulan Suro.

Ratusan warga telah berkumpul menjelang pelaksanaan sebaran apem.

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang mengapresiasi pelestarian tradisi tersebut.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi bagaimana warga masyarakat di Desa Bulurejo ini dalam rangka nguri-uri kebudayaan Jawa," ujar Bupati Hamenang.

Baca juga: Bupati Hamenang Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Klaten

Ia menjelaskan, tradisi bersih desa dan sebaran apem telah berlangsung sejak 1950 dan masih dipertahankan hingga saat ini.

"Tentu tidak semua desa bisa menyelenggarakan acara semacam ini, sehingga ini menjadi sebuah kebanggaan bersama," jelasnya.

"Bagaimana guyubnya warga masyarakat untuk kemudian bersama-sama bisa menyelenggarakan acara yang luar biasa ini," lanjut Hamenang.

Bupati Klaten Hamenang turut menyaksikan warga berebut apem (2)
TURUT HADIR - Bupati Klaten Hamenang turut menyaksikan warga berebut apem, dalam tradisi bersih desa sambut bulan Suro di Bangsal Padokan, Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Kamis (18/6/2026).

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian sebaran apem.

Sebanyak 4.000 apem dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, apem dibawa ke atas tiga menara (tower) yang berada di lokasi.

Masyarakat telah menunggu di bawah, baik di dalam lapangan maupun di pinggir jalan.

Bupati Hamenang juga ikut menyebarkan apem kepada masyarakat yang hadir.

Baca juga: Soft Launching Aisy Tower Klaten, Bupati Hamenang Apresiasi Hotel Pertama Milik Aisyiyah

Terlihat antusiasme warga yang saling berebut apem.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Acara, Subowo Puspo Harjono, mengatakan tradisi ini juga menjadi bagian dari kegiatan bersih desa untuk menyambut 1 Muharam.

"Ini keluarga Trah Setrodiprajan, rutin setiap tahun diadakan," jelasnya.

Sebelumnya telah digelar malam midodareni, zikir dan tahlil, penampilan seni budaya, serta ditutup dengan pagelaran wayang yang menghadirkan dalang Ki Bagong Damono.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.