SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif terhadap perubahan global tanpa meninggalkan nilai-nilai integritas.
Pesan ini disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Jumat (19/6/2026).
Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Pak Yes ini memperkenalkan konsep Integrity-Based Anticipatory Leadership.
Konsep tersebut, dianggap sebagai fondasi penting bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 di tengah ancaman polycrisis atau krisis global yang terjadi secara bersamaan.
Pak Yes menjelaskan bahwa pemimpin masa depan harus mampu membaca perubahan sebelum terjadi. Menurutnya, kompetensi digital memang penting, namun karakter adalah pembeda utama bagi seorang pemimpin yang dipercaya publik.
"Saya meyakini bahwa di era digital ini kompetensi membuat seseorang diperhitungkan, tetapi karakter membuat seseorang dapat dipercaya," tegas Yuhronur Efendi di hadapan para peserta LKMM-TM.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa kepemimpinan masa depan membutuhkan:
Dalam kesempatan tersebut, Yuhronur Efendi juga memaparkan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lamongan sebagai modal bagi generasi muda untuk optimistis.
Ekonomi daerah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,90 persen (yoy), bahkan melonjak 10,79 persen pada triwulan I 2026 secara kuartalan.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan pada 2025 tercatat mencapai 76,80.
Capaian ini disebut sebagai bukti bahwa fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) membuahkan hasil nyata bagi daya saing daerah.
Menurut Bupati, keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas SDM yang bertumpu pada empat modal utama: ekonomi kapital, human capital, social capital dan moral capital.
Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memiliki visi jauh ke depan namun tetap memegang teguh etika.
Sebagai kesimpulan, Bupati Yuhronur Efendi berharap mahasiswa terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dengan mengintegrasikan kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter.