- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Pemerintah China dan Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) mendukung rencana Indonesia menerbitkan Panda Bond untuk pertama kalinya di pasar keuangan China.
Panda Bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan asing di pasar keuangan China menggunakan mata uang yuan.
Melalui instrumen ini, Indonesia dapat memperoleh dana dari investor China sekaligus memperluas sumber pembiayaan pembangunan.
Dukungan tersebut diperoleh setelah Menkeu melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor selama kunjungan kerja di Beijing.
Menurut Purbaya, pemerintah Indonesia meminta dukungan sekaligus percepatan proses perizinan penerbitan Panda Bond. Permintaan tersebut mendapat respons positif dari pihak China.
"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," kata Purbaya dalam keterangannya, Jumat (19/8/2026).
Purbaya menjelaskan, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan dan mengurangi ketergantungan pada satu mata uang atau satu pasar keuangan tertentu.
"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ujarnya.
Menurut dia, dukungan dari pemerintah dan investor China menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga memaparkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat meski menghadapi ketidakpastian global. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional masih terjaga dan pemerintah terus memperbaiki berbagai hambatan investasi.
"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," terang dia.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan Indonesia tetap menerapkan prinsip non-blok dalam menjalin kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.
Menurut dia, pemerintah membuka peluang investasi dan pembiayaan dari berbagai mitra, termasuk China, Amerika Serikat, Singapura, negara-negara Eropa, dan negara lainnya.
"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," papar Purbaya.
Editor Video: VP Magang/Dian Rahmawati
# china # panda bond # Purbaya Yudhi Sadewa # menkeu