10 Negara Paling Tidak Bergantung pada Minyak Timur Tengah, Indonesia Lampaui Malaysia dan Turki
Bobby Wiratama June 19, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 10 Juni 2026 lalu menjadi sorotan masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Lukman Hakim sempat mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ini berpengaruh terhadap naiknya harga sejumlah bahan pokok.

“BBM naik kan otomatis kebutuhan bahan pokok naik, belum lagi nilai tukar melemah. Itu barang-barang yang ada komoditi impornya kayak roti, kemudian gandum, mie ayam, tempe itu pasti naik semua kan,” katanya kepada Tribunnews sat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Menurut Lukman, kondisi tersebut membuat masyarakat perlu segera menyesuaikan pola pengeluaran agar keuangan rumah tangga tetap aman dan stabil.

“Nah otomatis ya cara penyelesaiannya standar bahwa ya akhirnya harus melakukan yang namanya efisiensi. Kemudian yang kedua menetapkan prioritas konsumsi,” tuturnya.

Seperti diketahui, ketergantungan terhadap minyak dari kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor penting dalam peta energi global.

Meskipun sejumlah negara telah berhasil menekan ketergantungan melalui diversifikasi sumber energi dan peningkatan produksi domestik, banyak negara lain, khususnya di kawasan Asia dan Afrika, masih sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Telah Turun 15 Persen, Harga Bensin di AS Juga Turun, Bagaimana dengan Pertamax?

Berdasarkan data IEA World Energy Statistics 2024 dan Kpler 2025, negara-negara diperingkat berdasarkan persentase konsumsi minyak domestik yang dipasok dari impor minyak Timur Tengah.

Data tersebut mencakup minyak mentah, gas alam cair (LNG), hingga produk minyak olahan.

Ketergantungan Pada Minyak Timur Tengah

Wilayah Asia dan Afrika mendominasi daftar negara yang paling bergantung pada pasokan energi Timur Tengah. 

Negara-negara yang memiliki cadangan energi domestik terbatas cenderung lebih rentan terhadap gejolak pasokan serta fluktuasi harga minyak global, terutama ketika ketegangan geopolitik meningkat di Timur Tengah.

Namun demikian, terdapat sejumlah negara yang tercatat paling tidak bergantung pada minyak dari Timur Tengah.

Negara-negara Eropa tersebar di kelompok tengah hingga bawah peringkat.

Lithuania tercatat memiliki pangsa tertinggi di antara negara-negara Eropa yang masuk daftar dengan 40 persen, diikuti Islandia dan Polandia yang masing-masing berada di angka 34 persen.

Sementara itu, ekonomi besar Eropa seperti Prancis, Italia, Spanyol, Britania Raya, dan Jerman menunjukkan tingkat ketergantungan yang lebih moderat. Jerman misalnya, hanya berada di angka 6 persen.

Amerika Utara menjadi kawasan yang paling rendah tingkat ketergantungannya terhadap minyak Timur Tengah.

Amerika Serikat berada di level 3 persen, sementara Kanada hanya 1 persen, yang mencerminkan kuatnya produksi energi domestik serta akses terhadap pemasok regional.

Berikut daftar 10 negara paling tidak bergantung pada minyak Timur Tengah.

(Daftar hingga ke-21)

  1. Kanada: 1 persen
  2. Nigeria: 2 persen
  3. Amerika Serikat: 3 persen
  4. Brasil: 3 persen
  5. Jerman: 6 persen
  6. Britania Raya: 6 persen
  7. Belgia: 8 persen
  8. Spanyol: 9 persen
  9. Austria: 9 persen
  10. Belanda: 10 persen
  11. Indonesia: 10 persen
  12. Turki: 11 persen
  13. Slovenia: 12 persen
  14. Italia: 16 persen
  15. Prancis: 18 persen
  16. Brunei: 19 persen
  17. Mozambik: 20 persen
  18. Bangladesh: 20 persen
  19. Malaysia: 22 persen
  20. Serbia: 25 persen
  21. Singapura: 28 persen

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.