Korban Pemadaman Listrik Sukoharjo-Karanganyar, Pengusaha Fotokopi Terpaksa Tolak Pelanggan
jonisetiawan June 19, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Sukoharjo dan Karanganyar pada Jumat (19/6/2026) tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil yang menggantungkan operasionalnya pada pasokan listrik dan jaringan internet.

Sejumlah pemilik maupun karyawan usaha jasa fotokopi mengaku harus menahan kerugian akibat tidak dapat melayani pelanggan selama listrik padam.

Mesin fotokopi, printer, komputer, hingga layanan transaksi digital mendadak lumpuh, membuat mereka tak memiliki pilihan selain menolak konsumen yang datang.

Di tengah situasi tersebut, para pelaku usaha hanya bisa berharap pasokan listrik segera kembali normal agar aktivitas usaha dapat kembali berjalan dan pemasukan tidak terus berkurang.

Baca juga: Kabar Gunung Lawu Bakal Erupsi Bikin Warga Karanganyar Ketakutan, Badan Geologi Buka Suara

Usaha Fotokopi di Polokarto Terpaksa Tutup Layanan Berjam-jam

Salah satu yang merasakan dampak pemadaman listrik adalah Luluk (25), pekerja di usaha fotokopi dan sablon kaos BRAMASTI PRINTING yang berada di wilayah Wonosari RT 01, RW 13, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Sejak listrik padam sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang pukul 14.00 WIB, aktivitas usaha praktis terhenti total.

Berbagai perangkat yang biasa digunakan untuk melayani pelanggan tidak dapat dioperasikan.

Kondisi tersebut membuat Luluk bersama suaminya, Jo (29), harus menghadapi situasi yang cukup berat.

Mereka terpaksa menolak sejumlah pelanggan yang datang dengan berbagai kebutuhan, mulai dari fotokopi dokumen hingga transaksi digital.

Menurut Jo, bukan hanya listrik yang padam, namun jaringan internet juga ikut terganggu sehingga layanan top up digital tidak dapat dilakukan.

"Terpaksa ditolak karena memang sedang mati listrik, selain itu jaringan juga ikut hilang, jadi tidak bisa untuk top up digital," ujar Jo, suami dari Luluk, dikutip TribunTrends, Jumat (19/6/2026).

Bagi usaha kecil seperti mereka, beberapa jam tanpa listrik bukan sekadar gangguan teknis, melainkan juga kehilangan potensi pendapatan yang seharusnya bisa diperoleh dari pelanggan yang datang.

ILUSTRASI PEGAWAI PLN -
ILUSTRASI PEGAWAI PLN - Pemadaman listrik di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar membuat banyak usaha kecil lumpuh total karena mesin fotokopi, printer, komputer, hingga jaringan internet tidak dapat digunakan. (KOMPAS.com/HERU DAHNUR)

Kondisi Serupa Dialami Usaha Fotokopi di Karanganyar

Nasib yang hampir sama juga dirasakan Hani (25), seorang karyawan jasa fotokopi yang berlokasi di Jalan Mayor Kusmanto, kawasan Pokoh, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Padahal lokasi usaha tersebut berada di kawasan yang cukup strategis, tidak jauh dari rumah sakit maupun sekolah, sehingga setiap harinya melayani berbagai kebutuhan masyarakat seperti fotokopi, scan dokumen, rental komputer, jasa pengetikan, hingga layanan administrasi lainnya.

Hani mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa akan terjadi pemadaman listrik pada hari itu.

"Tahunya tiba-tiba mati (listrik)," katanya kepada wartawan, Jumat siang.

Baca juga: Catat Jadwal Pemadaman Massal PLN Karanganyar Hari Ini Mulai 10 Pagi, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Pelanggan Datang, Tetapi Tidak Bisa Dilayani

Akibat pemadaman tersebut, aktivitas usaha nyaris berhenti total. Mesin fotokopi dan perangkat pemindai dokumen tidak dapat digunakan sehingga pelayanan kepada pelanggan terpaksa dihentikan sementara.

Hani mengungkapkan bahwa setidaknya ada dua pelanggan yang datang ketika listrik sedang padam. Namun kebutuhan mereka tidak dapat dilayani karena seluruh peralatan bergantung pada pasokan listrik.

"Ya terpaksa ditolak karena tidak bisa melayani," tuturnya.

Situasi itu menjadi dilema tersendiri bagi pelaku usaha. Di satu sisi pelanggan membutuhkan pelayanan, namun di sisi lain tidak ada cara untuk menjalankan operasional tanpa listrik.

Pemadaman Berdampak Langsung pada Pendapatan Usaha

Saat ditanya mengenai kapan listrik akan kembali normal, Hani mengaku belum memperoleh informasi yang pasti. Ia bahkan masih berupaya mencari informasi terkait penyebab maupun durasi pemadaman yang terjadi.

Menurutnya, kondisi seperti ini tentu memberikan dampak langsung terhadap pemasukan usaha karena selama listrik padam tidak ada satu pun layanan yang dapat dijalankan.

Kondisi semakin sulit karena tempat usahanya tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi pemadaman.

Akibatnya, seluruh aktivitas usaha benar-benar berhenti hingga pasokan listrik kembali menyala.

Baca juga: Kisah Nuri Eks Kiper Timnas Asal Karanganyar yang Sembunyi di Bantul, Sempat Dikira Terjerat Pinjol

Harapan Pelaku Usaha Kecil

Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, para pelaku usaha kecil berharap ke depan terdapat perhatian lebih terhadap dampak yang ditimbulkan pemadaman listrik terhadap sektor usaha mikro dan kecil.

Bagi mereka, beberapa jam tanpa listrik dapat berarti hilangnya sejumlah pelanggan dan berkurangnya pendapatan harian yang menjadi sumber penghidupan.

"Harapannya semoga ke depannya, kalau pemadaman mungkin karena kebijakan ya, kebijakan apa kurang tahu. Ya lebih memikirkan usaha kecil saja," pungkas Hani.

Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa pentingnya pasokan listrik yang stabil bagi keberlangsungan usaha kecil.

Di era yang semakin bergantung pada teknologi dan layanan digital, gangguan listrik selama beberapa jam saja mampu menghentikan aktivitas usaha, mengganggu pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengurangi pendapatan para pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari usaha sehari-hari.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.