TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Tingkat kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo dipertanyakan dalam Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati terhadap Pandangan Umum Fraksi. Dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Paripurna lantai 2 Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo, Jumat (19/6/2026) itu, banyak anggota DPRD Kabupaten Probolinggo bolos.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rapat tersebut hanya dihadiri 22 anggota DPRD dari total 50 anggota yang tercatat. Dengan jumlah tersebut, tingkat kehadiran tidak mencapai separuh dari keseluruhan anggota legislatif.
Kondisi ruang sidang terlihat lengang. Sejumlah kursi anggota dewan yang telah disiapkan tampak kosong. Dari empat unsur pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo, hanya Ketua DPRD dan dua wakil ketua yang hadir dalam rapat. Satu wakil ketua tercatat tidak mengikuti agenda tersebut.
Baca juga: ASN Dinas Pertanian Pemkot Probolinggo Ditangkap Curi 2 Traktor
Menanggapi rendahnya tingkat kehadiran anggota dewan, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, mengatakan rapat paripurna pada prinsipnya memang diharapkan dihadiri lebih dari setengah jumlah anggota DPRD.
Meski demikian, Oka mengaku belum memeriksa secara rinci daftar absensi peserta rapat.
"Cuma, saya gak tau dan gak ngecek tadi absennya berapa. Yang jelas tadi ada beberapa yang sudah menyampaikan ke saya, ada yang sudah hadir tapi karena ada kegiatan dan rapatnya agak molor sehingga ada yang izin," kata Oka.
Baca juga: Angkut Beras dan Minyak Goreng untuk Gili Ketapang, Kapal Bahari Makmur Tenggelam di Probolinggo
Menurut Oka, ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD dipengaruhi berbagai agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya. Beberapa anggota diketahui menghadiri kegiatan partai politik, sementara yang lain berhalangan karena urusan keluarga di luar kota.
Salah satu pimpinan DPRD yang tidak hadir adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Gerindra, Moh. Zubaidi.
Oka menjelaskan, Moh. Zubaidi telah menyampaikan izin karena menghadiri acara keluarga di Kota Malang.
"Kalau Pak Zubaidi ada kegiatan di Malang. Jadi kebetulan hari ini dua putranya diwisuda dan anggota yang lain juga ada yang seperti itu. Jadi sudah izin untuk tidak bisa datang," tambah Oka.