Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pascabanjir yang melanda Kabupaten Bireuen, hingga kini tujuh sarana produksi air bersih berupa water intake di sejumlah kecamatan masih mengalami kerusakan dan ditangani secara darurat.
Plt Direktur PDAM Krueng Peusangan Bireuen, Khairul, berharap adanya pendampingan dan dukungan berbagai pihak agar fasilitas produksi air bersih dapat kembali normal sehingga distribusi air kepada pelanggan berjalan lancar seperti sebelum banjir.
Hal tersebut disampaikan Khairul kepada Serambinews.com, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, saat ini jajaran PDAM Bireuen hanya berperan sebagai pelaksana di lapangan, sementara berbagai keputusan strategis memerlukan dukungan dan arahan dari pihak terkait.
“Selama ini kami bukan pengambil kebijakan, tetapi eksekutor. Pengetahuan dan pengalaman yang diturunkan almarhum direktur sebelumnya menjadi pedoman bagi kami dalam melakukan perbaikan,” ujarnya.
Khairul mengakui kondisi saat ini cukup berat karena sejumlah fasilitas water intake rusak akibat banjir. Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan, pendampingan, serta perhatian dari DPRK Bireuen dengan melihat langsung kondisi kerusakan di lapangan.
“Kami di sini sama-sama masih belajar dan mendapat tugas berat. Berbagai intake rusak dihantam banjir. Kami berharap dukungan, pendampingan, dan juga anggota DPRK Bireuen dapat melihat langsung kondisi kerusakan untuk membantu proses perbaikan,” katanya.
Menurutnya, pendampingan dari DPRK dapat melahirkan berbagai gagasan dan solusi untuk mempercepat normalisasi layanan PDAM Bireuen.
“Dengan adanya pendampingan dan dukungan dewan, mungkin ada ide-ide yang lebih cemerlang untuk membantu normalisasi PDAM Bireuen. Kami belum memiliki tenaga ahli yang dapat memikirkan langkah penanganan terbaik,” ujarnya.
Khairul menegaskan bahwa selama ini pihaknya terus bekerja melakukan perbaikan di lapangan meskipun terkesan tidak terlihat oleh masyarakat.
“Kami setiap hari turun ke lapangan menangani berbagai water intake yang rusak,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa Bupati Bireuen telah turun langsung meninjau kondisi sejumlah water intake serta berbagai permasalahan yang dihadapi. Karena itu, pihaknya berharap anggota DPRK dan dinas teknis terkait juga dapat melakukan hal yang sama.
“Kami berharap ada anggota DPRK Bireuen dan dinas teknis yang turun langsung ke lapangan melihat kondisi fasilitas produksi air bersih yang rusak, membantu memberikan solusi penanganan, serta mengalokasikan anggaran agar jaringan PDAM Bireuen dapat kembali normal,” ujarnya.
Menurut Khairul, Bupati Bireuen telah memberikan dukungan penuh dan meminta agar kerusakan yang ada ditangani semaksimal mungkin sembari menunggu bantuan dari berbagai pihak.
“Pak Bupati sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan mendukung kami. Beliau meminta agar kerusakan ditangani semampu mungkin serta berharap ada tim yang turut membantu perbaikan fasilitas PDAM yang rusak,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan pendamping dan tenaga berpengalaman akan sangat membantu proses pemulihan layanan PDAM. Saat ini Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teupin Mane masih beroperasi untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat Bireuen, khususnya wilayah Kota Juang dan beberapa kecamatan sekitarnya.
Namun, operasional masih berlangsung dalam kondisi darurat. Jaringan pipa dan pasokan air rentan mengalami gangguan, terutama akibat aktivitas di hulu sungai yang memengaruhi kualitas air baku.
Aktivitas di kawasan hulu sungai yang membawa material sedimen menjadi tantangan tersendiri bagi water intake di wilayah Teupin Mane, Peusangan, dan sekitarnya.
(*)