TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY sempat memanas ketika mahasiswa yang hadir meminta masuk ke ruang rapat kantor DPRD DIY, pada Jumat (19/6/2026) sore.
Pemicunya lantaran massa aksi hanya ditemui oleh 2 orang anggota dewan saja. Mereka meminta seluruh anggota DPRD DIY yang berjumlah 55 orang turun berdialog.
Para mahasiswa perlahan merangsek naik ke loby kantor DPRD DIY. Namun langkah mereka terhenti sebab sudah ada puluhan aparat yang siaga di depan pintu ruang rapat.
Negosiasi pun sempat berlangsung. Namun para mahasiswa tetap tidak akan beranjak sebelum 55 anggota dewan DIY hadir menemui mereka.
"Ada 55 anggota DPRD DIY kenapa hanya dua orang saja yang mau menemui. Kami ingin bukan hanya dua orang saja, ada banyak fraksi di sini," teriak salah satu peserta aksi.
Setelah lebih kurang 20 menit tertahan di depan pintu ruang rapat, mereka kembali turun ke halaman loby DPRD DIY.
Beberapa massa kemudian aksi mengeluarkan dua ban bekas yang hendak dibakar.
Tiba-tiba seorang oknum mengenakan baju merah berlari dari belakang dan menyambar ban yang hendak dibakar para mahasiswa.
Ketegangan pun terjadi lantaran para mahasiswa tidak terima karena ban yang hendak dibakar direbut paksa.
Oknum tersebut pun tetap mengejar para mahasiswa itu sembari mengingatkan untuk tidak anarkis.
"Janjinya apa, janjinya apa tadi," ucap oknum tersebut.
Aparat kepolisian pun berusaha melerai keributan itu. Beruntungnya situasi bisa dikendalikan. Massa aksi pun kembali melanjutkan orasinya.
Sementara negosiasi para peserta aksi damai dengan pihak DPRD DIY belum juga menemui kesepakatan.
"Silakan masuk ke dalam, perwakilan 15 orang. Sudah ada dua anggota dewan yang menunggu," kata Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono mencoba bernegosiasi dengan mahasiswa.
Namun hingga Jumat petang pukul 17.46 WIB massa aksi masih bertahan di halaman gedung DPRD DIY. (hda)