TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Tradisi Kirab Budaya dan Sebar Apem di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Klaten tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Penilaian tersebut disampaikan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri Kirab Budaya, Sebar Apem, dan Pagelaran Wayang Kulit yang digelar warga Bulurejo, Kamis (18/6/2026) malam.
Menurut Hamenang, kegiatan budaya yang rutin digelar setiap tahun itu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini luar biasa. Selain nguri-uri budaya Jawa, kegiatan ini juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat," jelas Bupati Hamenang.
"Sepanjang rute kirab dipenuhi UMKM yang menjajakan berbagai produk. Ini menunjukkan bahwa budaya juga dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” lanjutnya.
Baca juga: Sejak 1950an, Kekompakan Warga Bulurejo Pertahankan Tradisi Sebar Apem hingga Pagelaran Wayang Kulit
Pantauan di lokasi, ribuan warga memadati kawasan penyelenggaraan acara. Sejumlah pedagang tampak berjejer rapi di sekitar lokasi kegiatan.
Selain menyaksikan prosesi budaya, warga juga menunggu tradisi sebar apem yang menjadi puncak kegiatan. Pada kesempatan tersebut, panitia membagikan lebih dari 4.000 apem kepada masyarakat.
Hamenang menyebut tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1950-an itu menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat Bulurejo.
“Tadi disampaikan oleh panitia bahwa tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1950-an dan tetap terjaga sampai hari ini. Tentu tidak semua desa bisa menyelenggarakan acara seperti ini. Ini menjadi kebanggaan bersama sekaligus bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Bulurejo,” imbuhnya.
Ia menambahkan, tradisi sebar apem tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung pesan sosial yang relevan hingga saat ini.
“Di dalam tradisi ini terdapat nilai-nilai luhur berupa semangat berbagi, saling memaafkan, dan gotong royong. Harapan kita bersama, memasuki Tahun Baru Jawa dan Tahun Baru Islam, kehidupan masyarakat Desa Bulurejo semakin baik, semakin sejahtera, dan penuh keberkahan,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang disaksikan masyarakat. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)