SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 dengan total lebih dari 143 ribu kuota penerima.
Program ini menjadi upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Di tengah tingginya persaingan memasuki jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi, kabar ini menjadi angin segar bagi ribuan keluarga di Jawa Timur.
Melalui kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi swasta, pemerintah berupaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Program beasiswa tersebut diluncurkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (18/6/2026).
Baca juga: Beasiswa Santri Jatim 2026 Resmi Dibuka, Khofifah Fokuskan ke Jurusan STEM
Secara keseluruhan, program ini menyediakan 143.131 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan. Rinciannya, sebanyak 81.131 kuota diperuntukkan bagi calon siswa SMA dan SMK swasta, sedangkan 62.000 kuota lainnya diberikan kepada calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS) se-Jawa Timur.
“Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tutur Khofifah dalam acara peluncuran program.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur per 18 Juni 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 84 perguruan tinggi swasta telah berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa baru, termasuk bantuan biaya hidup.
Sementara pada jenjang SMA dan SMK swasta, sebanyak 44.421 siswa memperoleh beasiswa penuh. Selain itu, 36.710 siswa mendapatkan berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan, mulai pembebasan uang gedung, potongan SPP, hingga bantuan pendidikan lainnya.
Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, total penerima beasiswa dan keringanan pendidikan tercatat sebanyak 72.841 siswa, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 81.131 siswa atau bertambah 8.290 penerima.
Khofifah menjelaskan perluasan program ini dilakukan karena daya tampung sekolah negeri belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Timur.
Baca juga: Pemprov Jatim Optimalkan Beasiswa di SMA dan SMK Swasta, Ini Alasannya
Berdasarkan data tahun 2026, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat mencapai 618.479 siswa. Sementara kapasitas SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 siswa.
“Ini adalah tantangan kita bersama. Artinya, sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 anak atau 60,45 persen lulusan yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Insya Allah, dengan program ini bisa menutup gap pendidikan kita,” ujarnya.
Menurut Khofifah, perluasan akses pendidikan selama ini turut berkontribusi terhadap prestasi Jawa Timur yang selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional.
“Alhamdulillah, usaha kita membuahkan hasil karena selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional,” katanya.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa ketika akses pendidikan diperluas dan kesempatan belajar dibuka seluas-luasnya, maka semakin banyak anak-anak Jawa Timur mampu meraih prestasi,” lanjutnya.
Program ini juga diharapkan mampu menekan Angka Anak Tidak Sekolah (ATS), meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), serta memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
“Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan kepada sekolah swasta yang berkontribusi besar dalam penyediaan beasiswa. Untuk kategori SMK, penghargaan tertinggi diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo, SMKS YPM 8 Sidoarjo, dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.
Sementara kategori SMA diraih oleh SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang, SMA Islam NU Pujon Malang, dan SMA Plus Darul Hikmah Jember.
“Terakhir, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat Jawa Timur. Karena sesungguhnya tidak boleh ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikan hanya karena alasan ekonomi. Terima kasih sekali lagi atas sinergitasnya,” pungkasnya.