- Sampai Jumat (19/6/2026) petang pukul 18.30 WIB, mahasiswa masih bertahan di depan gedung DPR RI.
Mereka menunggu perwakilannya yang tengah bertemu dengan Anggota DPR RI.
Wakil Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti, Muhammad Putra, menegaskan pemilihan lokasi di gedung parlemen bukan tanpa alasan.
Menurutnya, DPR RI sebagai lembaga legislatif dan pengawas pemerintah dianggap belum menjalankan fungsinya dengan maksimal.
Putra menyoroti lemahnya pengawasan DPR terkait anggaran, termasuk dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menggaungkan kembali semangat Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).
Putra menjelaskan, pemilihan narasi Tritura sengaja dilakukan untuk merefleksikan urgensi situasi nasional saat ini.
Adapun tiga poin utama tuntutan mahasiswa tersebut meliputi, pemulihan ekonomi dan politik nasional, evaluasi total inkompetensi pejabat dan pengembalian supremasi sipil.
Sementara itu, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), mahasiswa mendesak pemerintah untuk bersikap lebih rasional.
Mahasiswa menilai program ini terlalu kompleks untuk langsung diterapkan secara masif tanpa adanya evaluasi mendalam.
Menanggapi langkah selanjutnya jika tuntutan tidak didengar, Putra memastikan mahasiswa telah menyiapkan langkah konsolidasi.
Pihaknya memberikan tenggat waktu selama satu triwulan untuk melihat perubahan kebijakan dari pemerintah.
Jika dalam tiga bulan pertama tidak ada perubahan, massa aksi menyebut akan melakukan aksi yang lebih besar.