Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax 92 dilaporkan kosong di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lawe Desky, Desa Sabilussalam, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Jumat (19/6/2026) sore.
Baca juga: Pasokan BBM Tak Stabil, SPBU di Aceh Tenggara Dipadati Antrean Kendaraan
Akibatnya, suasana SPBU terlihat sepi karena hanya tersedia BBM jenis Pertamax Turbo dan Dexlite.
"Saat ini, stok BBM jenis Bio Solar, Pertalite dan Pertamax mengalami kekosongan. Belum masuk BBM dari Medan," kata salah seorang Petugas SPBU Lawe Desky, Awi kepada waratwan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Pengelola SPBU Lawe Desky, Raqam Bancin menjelaskan bahwa pada pagi hari, armada pengangkut BBM dari depot Pertamina telah diberangkatkan menuju Aceh Tenggara dengan masing-masing membawa 16 ton Pertalite dan 16 ton Bio Solar.
Namun, saat ini mobil tangki tersebut masih berada di kawasan Lau Lisang, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Diperkirakan pasokan BBM akan tiba di SPBU Lawe Desky sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Baca juga: Pemilik SPBU di Gayo Lues akan Pecat Karyawan yang Terlibat dengan Mafia BBM
Pantauan wartawan TribunGayo.com di lokasi, menunjukkan SPBU Lawe Desky sepi kendaraan yang mengisi BBM akibat kosongnya stok Pertamax 92, Pertalite, dan Bio Solar.
Salah seorang pengendara, Bukhari Budiman mengaku bahwa sejak sepekan terakhir pasca kenaikan harga Pertamax, distribusi BBM di Aceh Tenggara tidak stabil.
Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU.
Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di SPBU perlu diperketat oleh aparat kepolisian maupun masyarakat agar penyaluran tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan.
Ia juga mengusulkan pembatasan pengisian BBM menggunakan jerigen di SPBU.
Hal senada juga disampikan oleh Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah.
"Pengawasan penting dilakukan ini untuk mengantisipasi kelangkaan BBM di SPBU maupun di pasaran yang akan berdampak terhadap melambungnya harga eceran BBM di lingkungan masyarakat pengguna BBM tersebut," pungkasnya.
Ia menambahkan, pengawasan yang ketat dalam distribusi BBM akan membantu masyarakat mendapatkan pasokan yang cukup serta mengurangi antrean panjang di SPBU.
"Masyarakat tak perlu panik, isilah BBM di kenderaan bermotor sesuai kebutuhan, tak perlu cemas akan BBM karena stok tetap tersedia," kata Dahrinsyah.
Sebelumnya, pada Minggu (14/6/2026), Pengelola SPBU Lawe Kihing, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara Muhammad Ali juag mengatakan pasokan BBM jenis Pertalite dan Bio Solar masing-masing masuk 16 ton.
Namun, antrean panjang tetap terjadi di SPBU karena masyarakat khawatir terhadap stok BBM.
Seorang pengemudi di Desa Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Bukhari mengatakan ia rela mengantre untuk mendapatkan BBM.
Hal ini karena pasokan BBM tak stabil, jadi ia mengaku khawatir jika nanti tidak mendapatkan bahan bakar. (*)
Baca juga: Marak Terjadi Penimbunan, Masyarakat Minta Polisi dan Pemkab Awasi Penyaluran BBM di Gayo Lues