SURYA.CO.ID KEDIRI – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menyiapkan sistem pengamanan berlapis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, berjalan aman, tertib, dan lancar.
Agenda besar yang dimulai Sabtu (20/6/2026) itu dipastikan sudah dalam tahap persiapan hampir final.
Di tengah kesibukan akhir persiapan, suasana kawasan Ploso mulai menunjukkan tanda-tanda meningkatnya aktivitas.
Arus mobilisasi panitia, kesiapan pos pengamanan, hingga koordinasi lintas lembaga mencerminkan besarnya skala kegiatan yang akan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kesiapan ini menjadi bagian penting untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan kenyamanan seluruh tamu undangan dan peserta.
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan hingga saat ini persiapan pengamanan telah mencapai sekitar 95 persen.
Menurutnya, seluruh unsur terkait telah melakukan koordinasi intensif untuk memastikan tidak ada kendala berarti menjelang pembukaan acara.
"Sejauh ini persiapan yang dilakukan teman-teman sudah cukup baik. Dalam rakor terakhir seluruh persiapan sudah sekitar 95 persen siap," ujar Nabil Haroen saat ditemui, Jumat (19/6/2026).
Panitia menyiapkan sekitar 400 personel keamanan internal yang berasal dari berbagai badan otonom (Banom) NU, seperti GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, Corp Pelajar Putri (CPP) IPPNU, Korp Brigade Pembangunan (KPB) IPNU, Garda Fatayat, hingga unsur lainnya.
Dari jumlah tersebut, Pagar Nusa menjadi unsur terbesar dengan sekitar 160 personel yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, hingga Bojonegoro.
Nabil menjelaskan pengamanan akan dibagi dalam empat ring, dengan ring satu berada di area inti kegiatan dan mendapat pengawasan paling ketat. Selain itu, setiap Banom juga menyiapkan pengamanan tertutup untuk mengantisipasi potensi gangguan yang tidak diinginkan.
"Di masing-masing Banom juga sudah menyiapkan pengamanan tertutup untuk skenario-skenario yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan tidak terjadi," ucapnya.
Untuk memperketat akses, panitia menerapkan sistem kartu peserta berbasis barcode yang wajib digunakan seluruh peserta, peninjau, dan tamu undangan sebagai bagian dari mekanisme screening.
Selain itu, panitia turut menggandeng TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan untuk memperkuat pengamanan sekaligus mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Hingga rapat koordinasi terakhir, sekitar 30 Pengurus Wilayah NU dari total 38 wilayah telah memastikan keikutsertaannya dalam agenda nasional tersebut.
Ribuan peserta diperkirakan akan hadir dari seluruh Indonesia, bersama sejumlah pejabat negara yang dijadwalkan mengikuti rangkaian pembukaan hingga penutupan acara.
Sejumlah anggota kabinet dan menteri disebut berpeluang hadir pada pembukaan Sabtu malam. Bahkan, Kapolri juga masuk dalam daftar tamu undangan. Sementara itu, kehadiran Wakil Presiden masih menunggu konfirmasi.
"Untuk Wapres belum ada konfirmasi saat pembukaan di sini," jelas Nabil.
Adapun Presiden direncanakan hadir pada agenda penutupan yang akan digelar di IAI Syeikhona Mohammad Cholil Bangkalan pada 23 Juni 2026 mendatang.
Setelah rangkaian di Kediri, peserta juga dijadwalkan melakukan perjalanan ziarah ke sejumlah makam ulama besar di Jombang.
Panitia juga telah menyiapkan 16 pos pengamanan di titik-titik strategis kawasan Ploso dan sekitarnya. Setiap pos akan diisi personel gabungan dari Banom NU, aparat kepolisian, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.
Meski menerapkan sistem keamanan ketat, panitia menegaskan bahwa Munas-Konbes NU 2026 tetap diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang inklusif bagi warga Nahdliyin.
"Kita ingin Munas ini menjadi acara yang tidak eksklusif. Kita ingin Munas ini juga menjadi kegembiraan bagi Nahdliyin , namun tidak mengabaikan soal keamanan," tandas Nabil.