Selama proses pemasangan, petugas juga menemukan sejumlah warga yang dinilai sudah tidak lagi layak menerima bantuan.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sekertaris Desa Kuto Rejo, Kepahiang Rindang Mangku Alam buka suara terkait temuan warga yang tidak lagi layak menerima bantuan pemerintah pada Jumat (19/6/2026).
Diketahui sebelumnya Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang kembali pasangi stiker bertuliskan "Keluarga Miskin" di rumah warga Desa Kuto Rejo Kabupaten Kepahiang
Pemasangan kembali stiker tersebut dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang bersama perangkat Desa Kuto Rejo sekitar pukul 08.30 WIB.
Adapun jumlah penerima bantuan di Kabupaten Kepahiang mencapai 7.750 keluarga, sementara di Desa Kuto Rejo tercatat sebanyak 205 keluarga.
Selama proses pemasangan, petugas juga menemukan sejumlah warga yang dinilai sudah tidak lagi layak menerima bantuan.
Baca juga: Respons Warga Kepahiang Usai Dipasangi Stiker Keluarga Miskin: Kami Memang Layak Menerima Bantuan
Selain itu, masih terdapat penerima yang menutupi stiker yang sebelumnya telah dipasang di rumah mereka.
Rindang menjelaskan bahwa kondisi ekonomi warga yang menerima bantuan memang sulit pada saat pendataan sebelumnya.
"Untuk temuan di lapangan terkait pemasangan sticker hari ini bahwa beberapa tahun yang lalu pendataan melalui perangkat desa dan yang diusulkan melalui media sosial itu kondisi ekonomi mereka memang masih sangat sulit," ucap Rindang kepada TribunBengkulu.com, Jumat (19/6/2026).
Namun kondisi ekonomi warga penerima bantuan tersebut memang berangsur sudah mulai membaik.
"Namun dengan adanya perkembangan terkait hasil panen dan lainnya beberapa tahun ini sehingga ekonomi mereka sudah mulai pulih dan membaik seperti yang kita temui pada hari ini," jelas Rindang.
Sehingga ia mengimbau kepada penerima bantuan yang sudah tidak layak untuk dapat mundur secara mandiri.
"Sebenarnya harapan kami dengan adanya pemasangan stiker pada hari ini selain dari mendukung program kabupaten, mereka bisa mengambil kebijakan dengan mengundurkan diri secara mandiri," terang Rindang.
Disisi lain pihaknya juga berupaya melakukan pemerataan bantuan terhadap warga lain yang masih layak.
"Kami juga akan tetap berupaya semaksimal mungkin memeratakan bantuan yang ada di Desa Kuto Rejo," pungkas Rindang.
Dinsos Kabupaten Kepahiang menerangkan selama melakukan pemasangan pihaknya menemukan beberapa warga yang seharusnya tidak layak menerima bantuan.
"Yang kita tinjau ini yang layak, namun dilapangan kita ketemu banyak yang tidak layak," ujar Pajri.
Ke depan pihaknya bersama perangkat Desa akan berupaya mendorong penerima yang tidak layak lagi untuk mundur secara mandiri.
"Kami dan pihak desa berkolaborasi supaya kedepannya penerima yang tidak layak ini bisa mundur secara mandiri untuk menghindari konflik," terang Pajri.
Disisi lain dari sejumlah penerima di Kabupaten Kepahiang sudah terdapat ratusan warga yang mundur.
"Sampai Juni 2026 total penerima yang mundur secara mandiri itu 244 orang," ujar Pajri.
Selain menemukan penerima yang tidak layak pihaknya juga menemukan beberapa penerima lain yang menutupi stiker tersebut.
"Iya tadi ada beberapa tempat yang stickernya sudah kita pasang beberapa bulan lalu ternyata ada yang menutup dengan sticker lain," beber Pajri.
Oleh sebab itu mengimbau kepada para penerima untuk tidak menutup atau melepas sticker tersebut.
"Kita mengimbau kepada penerima ketika sticker itu dilepas berarti secara otomatis mau mengundurkan diri," imbau Pajri.
Harapannya dari penerima yang mundur dapat di alihkan kepada warga yang lebih layak menerima bantuan.
"Yang kita harapkan penerima yang tidak layak ini bisa kita alihkan ke pada warga yang lebih layak lain yang belum dapat," Harap Pajri.