Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Bank NTB Syariah mulai menyalurkan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp40 miliar setelah delapan tahun absen.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin mengatakan KUR ini menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan ekonomi lokal di NTB melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Kalau lihat tagline kami sekarang Berbagi Makna, bank daerah itu lebih jelas maknanya kita masuk pembiayaan produksi notabene ada di KUR selama ini kita tidak punya senjata itu," kata Nazaruddin, Jumat (19/6/2026).
Pada tahun 2026, KUR akan disalurkan untuk dua kategori, pertama untuk UMKM umum senilai Rp30 miliar dan Rp10 miliar untuk calon pekerja migran Indonesia (PMI).
"NTB ini kan lumbung PMI, kita tahu ada kebutuhan dana untuk persiapan-persiapan, banyak pinjaman yang selama ini sangat mahal dan dengan KUR ini sangat murah bunganya," kata Nazaruddin.
Baca juga: KUR Pegadaian Syariah 2026 di NTB: Pinjaman UMKM Tanpa Riba hingga Rp10 Juta, Ini Syarat dan Caranya
Secara prosedur Bank NTB Syariah sudah siap menyalurkan ke masyarakat, namun perlu melaporkan ke Kementerian Keuangan terlebih dahulu.
Nazaruddin mengatakan regulasi baru KUR ini bisa menyalurkan hingga tiga kali ke nasabah yang sama.
"Sekarang lebih fleksibel, kalau dulu sangat rigid hanya dua kali," kata Nazaruddin.
Nazaruddin yang belum genap setahun memimpin Bank NTB Syariah ini, menjelaskan karena sudah lama tidak menyalurkan KUR maka pada tahap awal ini nilainya tidak besar.
Ini sebagai langkah jika sewaktu-waktu dalam penyaluran ini terdapat masalah, bisa dibenahi sembari mencari sumber masalahnya.
"Ibarat kalau mesin yang sudah lama tidak berfungsi, harus dipanaskan dulu," ujarnya.
Pembiayaan KUR di Bank NTB Syariah ini bisa diajukan mulai dari Rp5 juta untuk UMKM baru maupun yang sudah lama berjalan.
(*)