TRIBUN-PAPUA.COM, MULIA – Sekolah Alkitab Mulia (SAM) yang terletak di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menggelar acara penamatan bagi siswa-siswi Angkatan ke-56 Tahun 2026, Selasa (16/6/2026).
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai prosesi kelulusan para pencetak kader pekabaran Injil tersebut.
Prosesi penamatan ini menjadi momen yang sangat emosional. Berdasarkan laporan pendidikan, perjalanan para siswa untuk bisa lulus tidaklah mudah.
Ketua GIDI Wilayah Yamo, Dr. Pdt. Lenis Kogoya, dalam ceramahnya mengungkapkan pada awal masa pendidikan di Angkatan Tahun 2023, ada total 43 siswa yang mendaftar.
Namun, karena beratnya seleksi alam dan keteguhan iman yang diuji, hanya 15 siswa-siswi yang mampu bertahan hingga ditamatkan pada tahun 2026 ini.
Baca juga: Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Puncak Jaya Salurkan Bibit dan Alat Pertanian di 5 Distrik
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua III DPRK Maichel Wonerengga, unsur TNI/Polri dari Kodim 1714/Puncak Jaya dan Polres Puncak Jaya, para Kepala OPD eselon II, III, dan IV Pemkab Puncak Jaya, serta jajaran tokoh agama dan gembala daerah.
Wakil Bupati Puncak Jaya, Mus Kogoya, hadir langsung mewakili Bupati Yuni Wonda yang berhalangan hadir karena agenda penting lainnya.
Dalam sambutannya, Mus Kogoya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik dan memberikan pesan mendalam kepada 15 lulusan yang bersiap diterjunkan ke ladang pelayanan.
"Pendidikan keagamaan adalah hal penting dalam pembentukan generasi muda yang berpegang teguh pada Injil Kristus," ujar Mus Kogoya.
Ia mengingatkan para lulusan bahwa tantangan pelayanan yang sesungguhnya baru saja dimulai setelah mereka keluar dari lembaga pendidikan tersebut. Mus meminta mereka melayani masyarakat secara konsisten dan tulus.
"Kalian harus terjun ke lapangan untuk melayani sesama dengan konsisten, tulus, dan tidak ikut-ikutan. Kalian akan menemukan kebenaran itu dan wajib menyampaikan, pasti akan beroleh berkat berkelimpahan dalam keluarga dan jemaat," tegasnya.
Injil Mengubah Harkat dan Martabat Orang Papua
Lebih lanjut, Mus Kogoya mengulas balik sejarah pengajaran Injil di tanah Papua, khususnya di kawasan pegunungan.
Menurutnya, kekuatan Injil dan nilai-nilai kesederhanaan terbukti nyata mampu mengangkat harkat dan martabat orang Papua.
Baca juga: 3 Tahun Tak Direspons, Kontraktor Lokal Tagih Tunggakan Ratusan Juta Atas Pembangunan RSUP Jayapura
"Nilai kesederhanaan dan kasih Tuhan terbukti mampu melahirkan putra-putri terbaik Papua yang kini tumbuh menjadi pemimpin di tanah mereka sendiri, mulai dari tingkat Gubernur, MRP, DPRP, hingga Bupati," ujarnya.
Sebagai bagian dari kader GIDI, Pemerintah Daerah Puncak Jaya berkomitmen penuh untuk terus mendukung perkembangan fasilitas keagamaan.
Sinergi antara pemerintah, gereja, dan aparat keamanan (TNI/Polri) dipandang sebagai tiga pilar utama pembangunan masyarakat.
"Pemerintah bersama masyarakat terus berharap dan berdoa agar proses pembangunan fasilitas keagamaan, seperti Aula dan Kantor Klasis Gidi Mulia yang megah, dapat segera selesai tepat pada waktunya," kata Mus. (*)