Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) mulai dijalankan secara bertahap di Kabupaten Sumenep, Madura.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mencatat jumlah sasaran penerima program tersebut mencapai 107.175 orang yang tersebar di seluruh kecamatan.
Meski data sasaran telah tersedia, Dinkes P2KB Sumenep menyebut, proses penyaluran dan realisasi penerima manfaat menjadi kewenangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyelenggara.
Hingga pertengahan 2026, program MBG untuk kelompok B3 disebut masih berlangsung secara bertahap di sejumlah desa dan kecamatan.
Pihak Dinkes P2KB Sumenep menyebut belum pernah menerima laporan tertulis dari SPPG terkait realisasi penyaluran MBG kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Desy Febryana mengatakan, instansinya hanya bertugas menyiapkan dan menyerahkan data sasaran penerima kepada dapur penyelenggara yang mengajukan permintaan.
"Kalau proses penerimaannya, kami hanya terkait data. Kalau untuk menerima manfaatnya dari sana (SPPG), dari dapur," kata Desy pada Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, seluruh proses distribusi MBG berada di bawah kewenangan dapur penyelenggara, sehingga Dinkes P2KB tidak memiliki data mengenai jumlah penerima yang telah menerima bantuan.
Baca juga: Di Balik Derasnya Desakan Penghentian MBG, Terselip Doa Harapan dari Relawan SPPG Bangkalan
"Kalau misalnya data yang sudah menerima, tidak ada. Tapi memang kami dapat informasi masih beberapa desa," ucapnya.
Desy menjelaskan, pelaksanaan program MBG untuk kelompok B3 masih dilakukan secara bertahap dan belum menjangkau seluruh desa di Kabupaten Sumenep.
Bahkan dalam satu kecamatan, baru sebagian desa yang mulai menerima program tersebut.
"Di satu kecamatan belum semua desa. Masih berproses. Misalnya satu kecamatan baru dua desa dulu," ungkapnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes P2KB, sasaran penerima MBG kelompok B3 di Kabupaten Sumenep tahun 2026 mencapai 107.175 orang.
Baca juga: Siswa SDN Tlomar 2 Tanah Merah Bangkalan Makan MBG dalam Kelas Berlantai Tanah, Meja Berdebu
Jumlah tersebut terdiri atas 67.020 balita, 26.247 ibu menyusui, dan 13.908 ibu hamil yang tersebar di seluruh kecamatan.
Meski demikian, hingga kini Dinkes P2KB belum dapat memastikan berapa persen dari total sasaran tersebut yang telah menerima program MBG.
Desy menegaskan, pihaknya telah menyerahkan data sasaran kepada seluruh dapur penyelenggara yang meminta data secara resmi.
"Untuk data, sudah kami kasih ke semua dapur," katanya.
Ia menjelaskan, penyerahan data dilakukan berdasarkan permintaan dari masing-masing SPPG yang akan melaksanakan program MBG di wilayah tertentu.
"Memang ada instruksi pemberian MBG untuk kelompok B3, jadi kami kasih data sasaran," ujarnya.
Desy memastikan, seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep memiliki sasaran penerima program MBG.
Namun komposisi makanan yang diberikan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing kelompok penerima.
Baca juga: Tim Binwas MBG Siap Lakukan Sidak, SPPG di Sampang Terancam Ditutup jika Langgar Aturan
"Setiap kecamatan pasti ada sasaran B3. Kalau menu tentu berbeda komposisinya, terutama volumenya atau dosisnya," jelasnya.
Saat ditanya apakah seluruh dapur SPPG di Kabupaten Sumenep telah menjalankan program MBG untuk kelompok B3, Desy mengaku tidak dapat memberikan kepastian.
"Pada saat SPPG meminta, kami kasih datanya. Yang tidak meminta, tidak dikasih," ucapnya.
Terpisah, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, M Kholilur Rahman belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai jumlah penerima maupun progres penyaluran MBG kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Sumenep.
Kondisi tersebut membuat realisasi program MBG untuk kelompok B3 di Kabupaten Sumenep belum dapat dipetakan secara menyeluruh, meski jumlah sasaran penerima telah tersedia dan tersebar di seluruh wilayah kecamatan.