Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Fakta baru terungkap dalam kasus penagih utang alias debt collector melakukan pemukulan terhadap sejumlah perempuan di Kampung Ragadiem RT02/07, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jumat (19/6/2026) sore.
Salah seorang korban, Tati, mengaku mengalami pemukulan di bagian mulut saat didatangi penagih utang yang hendak menagih cicilan. Saat ditemui usai kejadian, wajah Tati tampak masih syok dan emosional.
Menurut Tati, pria yang melakukan pemukulan itu baru pertama kali datang ke lingkungan tempat tinggalnya.
"Orang yang mukul ini baru pertama kali datang ke sini," kata Tati kepada Tribun Jabar.id, di lokasi.
Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya telah memiliki kesepakatan dengan petugas penagihan yang biasa menangani pembayaran utangnya.
Baca juga: Hajar Ibu-ibu di Sumedang, Debt Collector Babak Belur Diamuk Warga
"Dengan orang sebelumnya saya sudah ada perjanjian, utang dibayar dua minggu. Ya, katanya. Tapi kemarin deal, sekarang malah datang orang ini," ujarnya.
Tati menuturkan, saat penagih utang datang, dirinya meminta waktu hingga keesokan hari untuk melakukan pembayaran. Namun permintaan itu disebut justru memicu kemarahan pelaku.
"Saya bilang, Bang besok saja, besok baru ada uang. Dia malah bilang, kalau enggak punya uang ngapain ngutang. Dia lalu mukul saya," katanya.
Keributan kemudian semakin membesar ketika kakak laki-laki Tati datang ke lokasi untuk mencoba melerai.
"Tidak lama datang kakak saya laki-laki, dia merasa punya lawan sebanding. Dengan helm, kakak saya dipukul," ujarnya.
Menurut Tati, pihak keluarga sebenarnya telah berupaya menyelesaikan kewajiban pembayaran utang tersebut. Bahkan anaknya disebut siap melunasi utang yang ditagihkan.
Namun keluarga memilih menunda pembayaran setelah melihat cara penagihan yang dianggap kasar.
"Utang itu mau dilunasi anak saya, tapi kata saya tahan dulu soalnya dia nagih dengan kasar," ucapnya.
Tati menegaskan dirinya bukan satu-satunya korban dalam insiden tersebut. Beberapa warga lain disebut juga mengalami tindakan serupa dari penagih utang tersebut.
"Bukan cuma saya korbannya, tetangga juga kena," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pelaku datang bersama seorang rekannya menggunakan sepeda motor untuk menagih utang nasabah koperasi. Situasi semakin memanas setelah sejumlah warga menilai tindakan penagihan dilakukan secara arogan hingga berujung dugaan pemukulan terhadap perempuan. (*)