Spurs Mengubah Arah: Investasi Besar di Lini Tengah dan Rekrutmen Cerdas Tunjukkan Pergeseran Ambisi di London Utara
Rina Kusumawati June 19, 2026 10:42 PM

Penggemar sepak bola sudah terbiasa dengan janji kosong dari para pemilik klub. Ketika ketua Tottenham Hotspur, Peter Charrington, mengumumkan rencana kemajuan yang ambisius pada bulan Mei, tak banyak yang benar-benar mempercayainya di kawasan London Utara.

Tottenham memasuki akhir pekan terakhir Liga Premier musim 2025/26 dengan status mereka di kasta tertinggi masih belum aman. Kemenangan di hari terakhir atas Everton memastikan klub itu terhindar dari degradasi pertama sejak tahun 1977, meskipun itu merupakan musim kedua berturut-turut mereka finis di posisi ke-17. Bagi klub sebesar Spurs, musim itu kembali menjadi periode penuh penderitaan.

Sejak pertama kali memastikan tiket ke Liga Champions pada musim 2009/10, Spurs telah menegaskan diri sebagai bagian dari 'Enam Besar' Liga Premier.

Meski piala masih jarang diraih, Spurs telah berkembang menjadi salah satu klub terkaya di dunia sepak bola.

Stadion dan fasilitas latihan berkelas dunia menjadi pendorong status itu, dengan Spurs menempati peringkat kesembilan dalam Deloitte Football Money League tahun 2026, berada di atas Chelsea, Inter Milan, Atletico Madrid, AC Milan, dan Juventus. Spurs juga termasuk di antara 12 klub yang mendukung proyek kontroversial European Super League, sebuah ajang yang dianggap sebagai upaya komersial untuk melindungi klub-klub elit Eropa.

Namun demikian, Spurs jarang menunjukkan perilaku khas klub raksasa dunia. Pernyataan Charrington pada Mei lalu mengakui bahwa “sesuatu yang besar harus berubah” dan bahwa “kesuksesan di lapangan bukanlah pendorong utama keputusan kami.” Itu adalah pengakuan yang jujur dan langka.

Daniel Levy sering dipuji sebagai salah satu pebisnis paling cerdas di dunia sepak bola, namun kecerdikan itu kerap mengorbankan prestasi di lapangan. Menang dalam negosiasi di ruang rapat tidak selalu berarti kemenangan di lapangan. Mereka yang berfokus penuh pada kesuksesan bergerak cepat, berani membayar lebih bila perlu, dan menyelesaikan kesepakatan. Kadang, nilai pasar seorang pemain tidak selalu sejalan dengan nilai yang diberikan oleh klub penjual maupun pembeli.

Namun musim panas ini, segalanya tampak akan berubah. Spurs telah melakukan beberapa langkah transfer terbaik di awal jendela transfer Liga Premier. Andy Robertson dan Marcos Senesi, dua pemain berpengalaman di Liga Premier, didatangkan secara gratis untuk menambah kedewasaan di ruang ganti yang didominasi pemain muda.

Transfer Jan Paul van Hecke senilai £52 juta dari Brighton diselesaikan pada Kamis malam, mempertemukan kembali bek asal Belanda itu dengan Roberto De Zerbi. Ini merupakan biaya besar untuk pemain yang kontraknya akan habis musim depan, tetapi Spurs ingin memulai proyek baru mereka sekarang. Hanya lima bek tengah yang berpindah klub dengan biaya lebih tinggi dalam lima musim terakhir—sebuah pernyataan ambisi yang jelas.

Namun kabar mengenai langkah Spurs di lini tengah yang benar-benar menunjukkan bahwa ucapan Charrington tentang perubahan besar bukan sekadar retorika.

Spurs kini ikut bersaing untuk mendapatkan Sandro Tonali, dengan keyakinan bahwa kesepakatan dapat tercapai. Newcastle memasang harga £100 juta untuk gelandang tersebut, yang juga diminati oleh Arsenal dan Manchester City. Jika terwujud, kesepakatan ini akan memecahkan rekor transfer klub.

Tidak berhenti di situ, David Ornstein dari The Athletic melaporkan ketertarikan yang saling bergantung terhadap Mateus Fernandes. Pemain berusia 21 tahun itu dibanderol sekitar £80 juta oleh West Ham dan menjadi target utama Manchester United. Kepindahan ke Old Trafford masih mungkin terjadi, tetapi kesiapan Spurs untuk menginvestasikan hampir £200 juta untuk dua target utama menunjukkan perubahan besar dalam tingkat ambisi klub.

Musim tanpa keikutsertaan di Liga Champions biasanya akan disambut dengan kehati-hatian di tahun-tahun sebelumnya, namun kini Spurs menunjukkan sikap terbuka dan berani. Bagi para pendukung yang harus menyaksikan rival sekota mereka, Arsenal, merayakan gelar Liga Premier musim lalu, perubahan ini terasa menyegarkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.