BGN Perbarui Daftar Penerima MBG atau Makan Bergizi Gratis agar Lebih Tepat Sasaran
Pipit Maulidya June 20, 2026 12:05 AM

 

SURYA.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah berani dengan merevisi kriteria penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kebijakan terbaru, pemerintah memutuskan untuk menghentikan penyaluran bantuan kepada 76 sekolah di wilayah Pulau Jawa.

Alasan utamanya adalah sekolah-sekolah tersebut dinilai telah memiliki kemandirian dalam memenuhi standar gizi bagi para siswanya.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa sekolah yang dicoret tersebut sudah mampu secara finansial.

"Mereka secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka, tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah," jelas Sari, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

Penentuan sekolah-sekolah yang dikeluarkan dari daftar ini didasarkan pada proses validasi data yang dilakukan secara ketat oleh otoritas terkait.

"Sampai dengan hari ini, tanggal hari ini, kami sudah melakukan pendataan dan sudah teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa sementara ini," tambahnya.

Baca juga: Sosok Fatimah Azzahra Wakil Ketua BEM UI yang Viral Usai Kritik Program MBG

Fokus Efisiensi dan Intervensi Gizi

Langkah efisiensi ini bertujuan agar alokasi anggaran benar-benar menyentuh masyarakat yang mengalami kerentanan gizi.

BGN kini mengarahkan fokus MBG kepada kelompok-kelompok yang memerlukan bantuan pangan secara mendesak. Lantas, siapa saja kelompok yang masuk dalam prioritas utama?

Berikut adalah lima kategori penerima yang tetap mendapatkan bantuan MBG:

1. Ibu Hamil

Program ini tetap menyasar ibu hamil sebagai upaya preventif dalam menekan angka stunting sejak masa janin.

2. Ibu Menyusui

Diberikan guna menjamin kualitas nutrisi ASI serta menjaga kondisi kesehatan bayi dan ibu.

3. Balita

Kelompok usia ini menjadi prioritas demi mendukung pertumbuhan di masa emas (golden age).

4. Pelajar di Wilayah 3T

Siswa yang berada di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar mendapatkan perhatian khusus karena keterbatasan akses pangan di daerah mereka.

5. Siswa dari Keluarga Prasejahtera

Bantuan difokuskan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah yang kesulitan mendapatkan asupan bergizi secara rutin.

Siswa Mampu dan SMA Berpotensi Dicoret

Selain sekolah mandiri, BGN juga mengisyaratkan akan memangkas penerima dari kalangan siswa SMA, terutama mereka yang berasal dari keluarga ekonomi atas.

Sari memberikan ilustrasi bahwa siswa dengan uang saku besar tidak sepatutnya menjadi beban anggaran program ini.

"Misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang, mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp 100.000, Rp 200.000 gitu ya," ungkapnya.

Jika skema penghapusan penerima dari kalangan mampu ini direalisasikan, diperkirakan akan ada pengurangan beban hingga 8 juta orang.

Saat ini, BGN terus melakukan audit terhadap sekolah-sekolah lain dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kerentanan sosial hingga letak geografis.

Penataan ulang ini semata-mata dilakukan demi integritas program negara.

"Sekali lagi, hal ini kami lakukan agar program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar secara efektif, ya, efektif itu diberikan kepada memang yang tepat sasaran," menurut Sari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.